Berita

Ratu Inggris dan Prince of Wales/BBC

Dunia

Brexit Dominasi Pidato Ratu Inggris Soal Agenda Pemerintah

RABU, 21 JUNI 2017 | 19:33 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Sejumlah undang-undang baru yang diusulkan dirancang untuk mempersiapkan Inggris agar proses hengkang dari Uni Eropa atau dikenal juga sebagai Brexit, berjalan mulus dan teratur, diumumkan dalam Pidato Ratu Elizabeth.

Dari 27 RUU, delapan di antaranya berhubungan dengan Brexit dan implikasinya terhadap industri utama.

Termasuk di dalamnya adalah RUU untuk mengubah peraturan Uni Eropa menjadi undang-undang Inggris, ada tindakan mengenai perdagangan, bea cukai, imigrasi, perikanan, pertanian, nuklir dan sanksi.


Tapi rencana manifesto utama lainnya telah dibatalkan atau ditunda setelah Konservatif kehilangan mayoritas di parlemen.

Dengan didampingi oleh Prince of Wales, Ratu mengumumkan program legislatif pemerintah untuk dua tahun ke depan pada Pembukaan Parlemen (Rabu, 21/6).

Istana Buckingham mengatakan bahwa ini adalah "tindakan pencegahan" untuk pengobatan infeksi yang timbul dari kondisi yang sudah ada sebelumnya.

Setelah gagal memenangkan pemilihan umum secara langsung, Perdana Menteri Inggris Theresa May telah berjanji untuk bekerja dengan kerendahan hati dan tekad yang kuat.

Dengan pembicaraan Brexit yang sekarang sedang berjalan, pemerintah telah menetapkan undang-undang yang diperlukan untuk meninggalkan Uni Eropa, terlepas dari kesepakatan akhir yang disepakati dengan Brussels.

Inti dari ini adalah apa yang disebut Repeal Bill, yang akan mencabut Undang-Undang Komunitas Eropa 1972 dan mengakhiri yurisdiksi Pengadilan Eropa. Ini juga akan menyalin semua undang-undang Uni Eropa ke dalam undang-undang Inggris, dengan Parlemen kemudian menentukan bit mana yang akan dipertahankan.

Di tengah pembicaraan yang berlanjut dengan Unionists Demokrat tentang mereka mendukung pemerintahan Theresa May, juru bicara Downing Street mengatakan bahwa yakin Pidato Ratu dapat memerintahkan kepercayaan dari House of Commons dalam sebuah pemungutan suara minggu depan.

Sebagai indikasi skala perubahan yang akan dibawa oleh Brexit, tujuh undang-undang perundang-undangan terpisah diusulkan untuk mengantisipasi berakhirnya yurisdiksi Uni Eropa dan mengenalkan kebijakan nasional di sektor-sektor utama. Demikian seperti dimuat BBC. [mel]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

UPDATE

Lurah Cengkareng Barat Dilaporkan ke Polisi Buntut Putusan KIP

Minggu, 10 Mei 2026 | 21:36

Menteri Pigai Sebut Penyelesaian Konflik Papua Butuh Keputusan Nasional

Minggu, 10 Mei 2026 | 21:25

Prabowo Diminta Segera Bentuk Satgas Penyelundupan BBL

Minggu, 10 Mei 2026 | 20:56

Segera Dibentuk Satgas Anti-Kekerasan Pesantren

Minggu, 10 Mei 2026 | 20:35

Tata Kelola SDA Era Prabowo Disebut Berpihak ke Rakyat

Minggu, 10 Mei 2026 | 20:10

Ribuan Bobotoh Turun ke Jalan, Purwakarta Berubah Jadi Lautan Biru

Minggu, 10 Mei 2026 | 19:42

Lonjakan Gila Minyakita Rapor Merah Zulkifli Hasan

Minggu, 10 Mei 2026 | 19:12

PKS Ingin Cetak Pemimpin Berbasis Iman, Bukan Sekadar Kejar Kursi

Minggu, 10 Mei 2026 | 18:32

Dalam Lindungan Aktor Digital

Minggu, 10 Mei 2026 | 17:59

BNI dan Kementerian PKP Sosialisasi Kresit Perumahan di Brebes

Minggu, 10 Mei 2026 | 17:34

Selengkapnya