Berita

Prototipe Boom Supersonic/BBC

Global

Pesawat Supersonik Serupa Concorde Terbang Perdana Tahun 2023?

RABU, 21 JUNI 2017 | 14:56 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Perjalanan udara supersonik bisa kembali dalam waktu kurang dari lima tahun mendatang.

Penerbangan super cepat tersebut akan bisa dilakukan hanya jika pesawat yang dirancang untuk menggantikan Concorde mulai terbang.

Pesawat itu adalah Boom Supersonic. Prototipe pesawat penumpang itu dijadwalkan untuk melakukan uji terbang perdananya pada akhir 2018.


Tes subsonik dan supersonik akan berlangsung di Amerika Serikat.

Jika pesawat dengan ukuran penuh 55 kursi kemudian disetujui, maka penumpang pertama bisa bepergian dengan kecepatan supersonik melintasi Atlantik pada tahun 2023 mendatang.

Blake Scholl, pendiri dan chief executive Boom, mengatakan di pameran udara Paris bahwa rancangan pesawat demonstrasi XB-1 telah melewati sebuah tinjauan kinerja dan keselamatan menjelang manufaktur.

Boom mengatakan lima maskapai yang tidak disebutkan namanya telah menempatkan 76 pesanan untuk pesawat penumpangnya, yang menyerupai Concorde namun memiliki sayap delta yang menyapu hampir sampai ke ujung hidung.

Pesawat baru itu juga akan membuang mesin afterburner yang digunakan oleh perintis supersonik Inggris-Prancis yang tidak hanya sangat keras tapi juga sangat haus.

"Dengan menggunakan mesin turbofan modern seperti Boeing dan Airbus, Anda dapat membuat pesawat menjadi lebih tenang dan hemat bahan bakar secara signifikan," kata Scholl kepada BBC.

Perusahaan tersebut mengklaim bahwa maskapai yang menerbangkan pesawatnya akan dapat mengenakan harga yang sama ke tarif kelas bisnis di rute London-New York yang menguntungkan dengan harga sekitar 5.000 dolar AS.

Di masa lalu, tiket Concorde harganya sekitar tiga kali lipat dari harga tersebut.

Pesawat supersonik Concorde sendiri pertama kali terbang pada Maret 1969 dan dipensiunkan pada November 2003. [mel]

Populer

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Helikopter Pemadam Karhutla BNPB Jatuh di Sungai Barito

Minggu, 08 November 2026 | 14:30

Putin Pastikan Rusia-AS-Ukraina Kembali Berunding Pekan Depan di Abu Dhabi

Minggu, 08 November 2026 | 14:26

Plt Bupati Klaten Dicecar KPK soal Penerimaan Uang Hamenang dan Era Sebelumnya

Minggu, 08 November 2026 | 14:19

Al Aqsha Travel Gelar Akademi Marketing Haji untuk Perkuat Kompetensi Mitra

Minggu, 08 November 2026 | 14:02

Bahlil Ancam Tempuh Jalur Hukum Gegara Namanya Dikaitkan dengan Isu Penyadapan Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 13:47

Gempa 5,7 Magnitudo Guncang Jepang, 20 Orang Terluka

Minggu, 08 November 2026 | 13:42

Penyadapan Presiden Prabowo Biang Kerok Ekonomi Tidak Stabil

Minggu, 08 November 2026 | 13:28

Green Wakaf, Memperluas Manfaat Wakaf untuk Menjaga Kelestarian Alam

Minggu, 08 November 2026 | 13:08

Pengamat: Peran Seskab Teddy Strategis dalam Komunikasi Politik Pemerintah

Minggu, 08 November 2026 | 13:02

AS Siapkan Rp362 Miliar untuk Pembocor Informasi Nuklir Iran

Minggu, 08 November 2026 | 12:40

Selengkapnya