Berita

Pangeran Mohammed bin Salman/Reuters

Dunia

Ini Tugas Berat Pangeran Mahkota Saudi Yang Baru

RABU, 21 JUNI 2017 | 14:20 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Keputusan Kerajaan Arab Saudi untuk melakukan pergantian Putra Mahkota menunjukkan bahwa negara tersebut berusaha menggenjot upaya untuk mengurangi ketergantungan pada minyak.

Raja Salman dari Arab Saudi mengganti Pangeran Mahkota yang semula adalah Mohammed bin Nayef menjadi putranya, Mohammed bin Salman awal pekan ini. Keputusan Raja Salman ini didukung oleh 31 dari 34 anggota Dewan Allegal, yang terdiri dari anggota senior keluarga Al Saud yang berkuasa.

Analis mengatakan perubahan tersebut adalah untuk memberdayakan Pangeran Mohammed bin Salman untuk bergerak lebih cepat dengan rencananya untuk mengurangi ketergantungan kerajaan pada minyak, yang mencakup privatisasi parsial perusahaan minyak negara Aramco.


"Perubahan ini merupakan dorongan besar bagi program reformasi ekonomi, visi 2030 dan keseluruhan pergeseran paradigma yang diiringi oleh Arab Saudi dan Pangeran Mohammed bin Salman (MbS) adalah arsiteknya," kata John Sfakianakis, direktur Penelitian Teluk Riyadh Pusat seperti dimuat Reuters.

"Sangat penting bahwa MbS melihat melalui visi dan strategi yang diimplementasikan dan dipertahankan," jelasnya.

Dengan pergantian Putra Mahkota tersebut maka Mohammed bin Salman akan mengisi posisi wakil perdana menteri sambil tetap menjalankan peran sebagai Menteri Pertahanan.

Analis lain, Bernard Haykel, seorang profesor Studi Timur Dekat di Princeton, mengatakan bahwa keputusan raja tersebut bertujuan untuk menetapkan garis suksesi dengan jelas untuk menghindari perebutan kekuasaan antara anaknya dan Mohammed bin Nayef.

"Ini jelas sebuah transisi yang telah terjadi dengan lancar dan tanpa darah. Akan ada kejelasan lebih lanjut tentang masalah suksesi sekarang. Ada sedikit kekacauan sebelum semua orang menebak apa yang akan terjadi. Sekarang sudah jelas, ini sangat mudah. Kejelasan menurunkan risiko, tidak ada pertanyaan mengenai siapa yang akan bertanggung jawab," jelasnya.

"Beberapa orang memprediksi bahwa ini akan menyebabkan perpecahan dalam keluarga dan perselisihan dan semacam pemberontakan. Saya tidak melihat itu terjadi," sambung Haykel.

Analis keuangan mengatakan bahwa promosi Pangeran Mohammed memberikan kepastian lebih jauh bahwa bagian-bagian penting dari reformasi radikal untuk mendiversifikasi ekonomi Saudi di luar minyak akan berlanjut.

"Kami tidak berharap untuk melihat perubahan besar pada bidang kebijakan utama, termasuk ekonomi, Pangeran Mohammed bin Salman telah mendorong agenda ekonomi dan dorongan untuk mentransformasikan dan meliberalisasi ekonomi," kata Monica Malik, kepala ekonom di Abu Dhabi Bank komersil. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Suhud Dorong RUU Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Buruh dan Kepastian Usaha

Jumat, 11 September 2026 | 16:25

KPK Panggil 3 Tersangka Baru Kasus Suap Pemerasan Sertifikasi K3 Kemnaker

Jumat, 11 September 2026 | 16:19

Trump Sumpah Bareng Pendukung Republik, Ancam yang Tak Nyoblos Masuk Neraka

Jumat, 11 September 2026 | 16:13

Keluarga Dokter Icha Tuntut Tiga Anggota DPRD TTU Tersangka Intimidasi Dipecat

Jumat, 11 September 2026 | 15:58

DPR: Sebelum Batas Waktu, Tim SAR Maksimalkan Upaya Cari Lima Jurnalis di Selat Sunda

Jumat, 11 September 2026 | 15:46

Aljazair Mendadak Putus Hubungan Diplomatik dengan UEA

Jumat, 11 September 2026 | 15:44

Bahlil Tegaskan BUK Migas Belum Diputuskan

Jumat, 11 September 2026 | 15:00

Jejak Korupsi Rejang Lebong Merambah ke Bengkulu, Kini Giliran Ketua DPRD Herimanto Diperiksa

Jumat, 11 September 2026 | 14:54

Kemenhaj Rilis Peserta CAT PPIH 2027 Gelombang 2

Jumat, 11 September 2026 | 14:46

Kemenhut Bakal Tindaklanjuti Temuan Lima Bayi Orangutan di India

Jumat, 11 September 2026 | 14:35

Selengkapnya