Berita

Mohammed Mahmoud/RT

Global

Selamatkan Pelaku Serangan Masjid London Ulama Inggris Tuai Pujian

SELASA, 20 JUNI 2017 | 18:17 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Seorang Ulama Muslim Inggris menjadi sorotan karena aksi nekadnya yang menghalangi para jamaah yang marah untuk main hakim sendiri pada tersangka serangan van di sebuah masjid di Finsbury Park di London.

Ia adalah Imam Mohammed Mahmoud. Ia mencegah massa yang marah untuk memukuli supir van yang melakukan aksi tersebut di luar House of the Welfare Muslim di Taman Finsbury.

Dalam serangan van ke pejalan kaki yang merupakan jamaah masjid itu, satu orang tewas dan 10 orang lainnya terluka.


Segera setelah kejadian tersebut, kerumunan jamaah yang marah mencoba menyerang tersangka. Namun Mahmoud dan sejumlah orang lainnya berusaha menghalangi agar tak terjadi aksi main hakim sendiri.

Pada saat itu ia mengatakan agar mereka menghentikan serangan tersebut dan memanggil polisi sebagai gantinya.

"Kami menghentikan semua bentuk serangan dan pelecehan terhadapnya yang datang setiap sudut, dan secara kebetulan sementara orang-orang yang merawat orang-orang yang terluka tersebut memanggil layanan darurat, sebuah van polisi melaju melewatinya sehingga kami memanggil mereka," kata Mahmoud.

"Kami mengatakan kepada mereka situasinya, mengatakan bahwa ada seorang pria, dia menahan diri, dia memukuli orang-orang dengan vannya dan ada banyak orang yang berusaha menyakitinya, jika Anda tidak membawanya, Tuhan melarang dia terluka parah," sambungnya seperti dimuat Press TV.

House of the Welfare Muslim memuji tindakan imam tersebut, yang menyatakan bahwa pada dasarnya dia menyelamatkan nyawa tersangka.

"Saya ingin berterima kasih terutama kepada Imam Mohammed Mahmoud, yang keberanian dan keberaniannya membantu menenangkan situasi segera setelah kejadian tersebut dan mencegah luka lebih lanjut dan potensi kehilangan nyawa," kata House of the Welfare Muslim dalam sebuah pernyataan setelah kejadian tersebut. [mel]

Populer

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Helikopter Pemadam Karhutla BNPB Jatuh di Sungai Barito

Minggu, 08 November 2026 | 14:30

Putin Pastikan Rusia-AS-Ukraina Kembali Berunding Pekan Depan di Abu Dhabi

Minggu, 08 November 2026 | 14:26

Plt Bupati Klaten Dicecar KPK soal Penerimaan Uang Hamenang dan Era Sebelumnya

Minggu, 08 November 2026 | 14:19

Al Aqsha Travel Gelar Akademi Marketing Haji untuk Perkuat Kompetensi Mitra

Minggu, 08 November 2026 | 14:02

Bahlil Ancam Tempuh Jalur Hukum Gegara Namanya Dikaitkan dengan Isu Penyadapan Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 13:47

Gempa 5,7 Magnitudo Guncang Jepang, 20 Orang Terluka

Minggu, 08 November 2026 | 13:42

Penyadapan Presiden Prabowo Biang Kerok Ekonomi Tidak Stabil

Minggu, 08 November 2026 | 13:28

Green Wakaf, Memperluas Manfaat Wakaf untuk Menjaga Kelestarian Alam

Minggu, 08 November 2026 | 13:08

Pengamat: Peran Seskab Teddy Strategis dalam Komunikasi Politik Pemerintah

Minggu, 08 November 2026 | 13:02

AS Siapkan Rp362 Miliar untuk Pembocor Informasi Nuklir Iran

Minggu, 08 November 2026 | 12:40

Selengkapnya