Berita

Tabrakan Van Di Calais/Reuters

Dunia

Van Tabrak Penghalang Buatan Migran Di Perancis, Sang Sopir Tewas

SELASA, 20 JUNI 2017 | 17:43 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

RMOL. Seorang sopir van meninggal dunia di jalan raya yang menuju ke pelabuhan Calais di Prancis dalam sebuah kecelakaan awal pekan ini.

Insiden ini disebabkan oleh penghalang kantung pohon yang didirikan oleh para migran. Menyusul insiden tersebut, sembilan warga Eritrea telah ditahan.

Van yang terdaftar di Polandia menabrak salah satu dari tiga truk yang berhenti di depan penghalang jalan sebelum akhirnya terbakar.


Sopir, yang kewarganegaraannya tidak diketahui, meninggal di tempat kejadian, seperti dilaporkan Le Parisien. Kecelakaan itu terjadi di Guemps, 15km dari Calais, tempat kamp pengungsi "Jungle" yang terkenal itu.

"Sembilan migran Eritrea ditemukan di salah satu truk barang berat yang dipegang oleh penghalang jalan yang ditangkap," kata pihak berwenang, seperti dikutip Reuters.

Tahanan tersebut dikatakan bertanggung jawab untuk menghalangi pergerakan, membahayakan kehidupan orang lain, dan pembunuhan, menurut AFP, mengutip sumber polisi.

Dikabarkan Russia Today, kecelakaan tersebut mendorong jalan raya A16 ditutup selama beberapa jam.

Insiden yang terjadi pada Selasa (20/6) diklaim sebagai yang pertama yang mengakibatkan kematian karena penghalang yang dibuat oleh migran. Di masa lalu, penghalang jalan sering dilaporkan, karena para migran mencoba memperlambat kendaraan yang menuju ke Inggris, mencoba naik ke atas kapal. Meskipun praktik tersebut dihentikan setelah kamp 'Jungle' darurat tersebut dibongkar pada bulan Oktober 2016.

Ada sekitar 600 migran diyakini tinggal di dekat Calais. Menteri Dalam Negeri Prancis Gerard Collomb telah mengirim lebih dari 150 petugas polisi ke ambang pintu Inggris untuk menangani insiden penghalang jalan. [mel]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

UPDATE

Lurah Cengkareng Barat Dilaporkan ke Polisi Buntut Putusan KIP

Minggu, 10 Mei 2026 | 21:36

Menteri Pigai Sebut Penyelesaian Konflik Papua Butuh Keputusan Nasional

Minggu, 10 Mei 2026 | 21:25

Prabowo Diminta Segera Bentuk Satgas Penyelundupan BBL

Minggu, 10 Mei 2026 | 20:56

Segera Dibentuk Satgas Anti-Kekerasan Pesantren

Minggu, 10 Mei 2026 | 20:35

Tata Kelola SDA Era Prabowo Disebut Berpihak ke Rakyat

Minggu, 10 Mei 2026 | 20:10

Ribuan Bobotoh Turun ke Jalan, Purwakarta Berubah Jadi Lautan Biru

Minggu, 10 Mei 2026 | 19:42

Lonjakan Gila Minyakita Rapor Merah Zulkifli Hasan

Minggu, 10 Mei 2026 | 19:12

PKS Ingin Cetak Pemimpin Berbasis Iman, Bukan Sekadar Kejar Kursi

Minggu, 10 Mei 2026 | 18:32

Dalam Lindungan Aktor Digital

Minggu, 10 Mei 2026 | 17:59

BNI dan Kementerian PKP Sosialisasi Kresit Perumahan di Brebes

Minggu, 10 Mei 2026 | 17:34

Selengkapnya