Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Rusia Tegaskan Ancaman, Australia Tangguhkan Misi Tempur Udara Di Suriah

SELASA, 20 JUNI 2017 | 16:39 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Australia telah menangguhkan misi tempur udara di Suriah setelah Rusia mengancam akan memperlakukan pesawat apapun dari koalisi pimpinan AS yang terbang ke barat sungai Efrat sebagai target potensial.

Rusia mengatakan bahwa pihaknya menanggapi pesawat-pesawat AS yang menembaki sebuah jet angkatan udara Suriah pada hari Minggu. AS mengatakan pesawatnya telah bertindak untuk mempertahankan pasukan pendukung AS yang berusaha merebut Raqqa, kubu ISIS di timur laut Suriah.

"Sebagai tindakan pencegahan, pasukan pertahanan Australia menyerang operasi ke Suriah untuk sementara dihentikan," kata Departemen Pertahanan pada hari Selasa (20/6).


Australia sendiri memiliki enam jet tempur yang berbasis di Uni Emirat Arab yang menyerang sasaran di Suriah dan Irak.

Seorang juru bicara Departemen Pertahanan mengatakan kepada ABC News bahwa situasi akan tetap dipantau.

"Personel pertahanan Australia memantau secara ketat situasi udara di Suriah dan sebuah keputusan mengenai dimulainya kembali operasi udara ADF di Suriah akan dilakukan pada waktunya," katanya.

Peringatan Moskow pada hari Senin untuk pesawat tempur AS-sekutu di sebelah barat Sungai Efrat meningkatkan ancaman konfrontasi langsung Rusia-Amerika di Suriah, menyusul penembakan pertama AS atas jet tempur milik rezim tersebut sejak dimulainya perang sipil enam tahun lalu. .

Rusia menekankan bahwa di kemudian hari akan melacak jet koalisi, bukan menembak mereka, namun menambahkan bahwa ancaman bagi jet tersebut mungkin hanya muncul jika mereka melakukan tindakan yang menimbulkan ancaman bagi pesawat Rusia.

Kementerian Luar Negeri Moskow mengatakan bahwa semua jenis kendaraan udara, termasuk pesawat terbang dan UAV (kendaraan udara tak berawak) dari koalisi internasional, yang terdeteksi di sebelah barat sungai Efrat akan dilacak oleh sistem SAM Rusia sebagai target udara. [mel]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Ketua MPR Bicara Islam dan Kemajuan di Forum Mufti Dunia

Jumat, 12 Juni 2026 | 20:15

Cara Reaktivasi MyPertamina agar QR Code Aktif Lagi, Bisa Lewat Website dan Aplikasi

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:57

Dua Akses Stasiun MRT Dukuh Atas Ditutup Imbas Demo

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:54

Sinopsis Backrooms, Film Horor Adaptasi Serial YouTube yang Pecahkan Rekor Box Office

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:44

Demonstran Depan UOB

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:39

Palsukan Tanda Tangan, Bendahara BUMDes Diduga Korupsi Rp1,6 Miliar

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:35

KPK Didesak Naikkan Status Pejabat DJBC Ahmad Dedi ke Penyidikan

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:32

BRI Gelontorkan Dana Rp500 Miliar untuk Buyback Saham

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:14

Jadwal Lengkap Fase Grup Piala Dunia 2026

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:13

PDIP Diminta Tertibkan Kader Diduga Terlibat Program MBG

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:47

Selengkapnya