Berita

Michel Barnier, juru runding utama UE (kanan) bertemu dengan sekretaris Brexit Inggris, David Davis (kiri), menjelang dimulainya negosiasi Brexit di Brussels awal pekan ini/AFP

Dunia

Mayoritas Warga UE Percaya Brexit Harus Dihadapi Dengan Langkah Keras

SELASA, 20 JUNI 2017 | 15:18 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Dua pertiga orang Eropa percaya Uni Eropa harus mengambil langkah keras dengan Inggris demi melawan Brexit.

Begitu hasil survei terbaru yang dilakukan survei Chatham House-Kantar baru-baru ini.

Dalam survei itu ditemukan bahwa sebanyak 65 persen dari mereka yang diwawancarai di Belgia, Jerman, Yunani, Spanyol, Prancis, Italia Austria, Hungaria dan Polandia mengatakan Uni Eropa, sambil berusaha menjaga hubungan baik dengan Inggris, seharusnya tidak berkompromi dengan prinsip intinya.


Hanya 18 persen orang di sembilan negara yang percaya sebaliknya, yakni bahwa komisi Eropa harus bertujuan untuk menjaga agar Inggris sedekat mungkin, dengan mengorbankan prinsip-prinsipnya, selama perundingan, yang dimulai pada hari Senin kemarin.

Dari mereka yang disurvei di sembilan negara kontinental, 57 persen mengatakan Uni Eropa telah dilemahkan oleh Brexit, sementara 46 persen merasa kepergian Inggris akan buruk bagi blok tersebut. Sebaliknya, 70 persen warga Inggris merasa Uni Eropa akan menderita akibat Inggris.

Survei tersebut mewawancarai lebih dari 1.000 orang di masing-masing dari 10 negara termasuk Inggris awal tahun ini sebelum pemilihan di Belanda dan Prancis.

Pemilihan pemain tengah pro-Eropa Emmanuel Macron di Prancis pada khususnya memberi dorongan pada blok tersebut. Perekonomian zona euro juga berkembang lebih cepat daripada di Inggris atau AS. Kebingungan Inggris mengenai strategi Brexit yang diadopsi juga telah membantu mewujudkan opini UE.

Survei Pew pekan lalu menemukan persetujuan yang lebih tinggi untuk Uni Eropa sejak voting Brexit, yakni 63 persen responden di 10 negara Uni Eropa memiliki pandangan yang baik mengenai blok tersebut. Angka tersebut menandai kenaikan tajam dari musim semi tahun lalu, dengan opini baik naik 18 poin di Jerman dan Prancis, 15 di Spanyol, 13 di Belanda - dan 10 di Inggris. Hanya 18 persen responden kontinental yang ingin negara mereka meninggalkan Uni Eropa. Demikian seperti dimuat The Guardian. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Suhud Dorong RUU Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Buruh dan Kepastian Usaha

Jumat, 11 September 2026 | 16:25

KPK Panggil 3 Tersangka Baru Kasus Suap Pemerasan Sertifikasi K3 Kemnaker

Jumat, 11 September 2026 | 16:19

Trump Sumpah Bareng Pendukung Republik, Ancam yang Tak Nyoblos Masuk Neraka

Jumat, 11 September 2026 | 16:13

Keluarga Dokter Icha Tuntut Tiga Anggota DPRD TTU Tersangka Intimidasi Dipecat

Jumat, 11 September 2026 | 15:58

DPR: Sebelum Batas Waktu, Tim SAR Maksimalkan Upaya Cari Lima Jurnalis di Selat Sunda

Jumat, 11 September 2026 | 15:46

Aljazair Mendadak Putus Hubungan Diplomatik dengan UEA

Jumat, 11 September 2026 | 15:44

Bahlil Tegaskan BUK Migas Belum Diputuskan

Jumat, 11 September 2026 | 15:00

Jejak Korupsi Rejang Lebong Merambah ke Bengkulu, Kini Giliran Ketua DPRD Herimanto Diperiksa

Jumat, 11 September 2026 | 14:54

Kemenhaj Rilis Peserta CAT PPIH 2027 Gelombang 2

Jumat, 11 September 2026 | 14:46

Kemenhut Bakal Tindaklanjuti Temuan Lima Bayi Orangutan di India

Jumat, 11 September 2026 | 14:35

Selengkapnya