Berita

Carmen Aristegui (kiri)/BBC

Dunia

Pemerintah Meksiko Mata-matai Jurnalis, Pengacara Dan Aktivis?

SELASA, 20 JUNI 2017 | 14:34 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Sejumlah wartawan dan aktivis terkemuka di Meksiko telah mengajukan keluhan yang menuduh pemerintah memata-matai mereka dengan cara hacking atau meretas telepon mereka.

Tuduhan tersebut menyusul sebuah laporan di New York Times yang mengatakan bahwa mereka ditargetkan dengan spyware yang dimaksudkan untuk digunakan melawan penjahat dan teroris.

Surat kabar tersebut mengatakan bahwa pesan yang diperiksa oleh analis forensik menunjukkan bahwa perangkat lunak tersebut digunakan untuk melawan kritikus pemerintah.


wa perangkat lunak, yang dikenal sebagai Pegasus, dijual ke agen federal Meksiko oleh perusahaan Israel NSO Group dengan syarat hanya digunakan untuk menyelidiki penjahat dan teroris.

Perangkat lunak tersebut dapat menyusup ke smartphone dan memantau panggilan, teks dan komunikasi lainnya, kata New York Times. Hal ini juga dapat mengaktifkan mikrofon atau kamera telepon, yang secara efektif mengubah perangkat menjadi bug pribadi.

Tapi bukannya digunakan untuk melacak tersangka penjahat, target tersebut diduga melibatkan wartawan investigasi, aktivis anti-korupsi dan bahkan pengacara.

Sembilan orang kini telah mengajukan tuntutan pidana. Pada sebuah konferensi pers di Mexico City.

Salah seorang wartawan senior, Carmen Aristegui menuduh negara melakukan kegiatan kriminal.

"Agen dari negara Meksiko, jauh dari melakukan apa yang seharusnya mereka lakukan secara legal, telah menggunakan sumber daya, pajak, uang kita untuk melakukan kejahatan berat," jelasnya.

Menanggapi hal tersebut, seorang juru bicara pemerintah Meksiko  membantah tuduhan tersebut.

Seorang juru bicara Presiden Enrique Peña Nieto menolak tuduhan tersebut, dengan mengatakan bahwa pemerintah melakukan kerja intelijen melawan kejahatan terorganisir dan ancaman terhadap keamanan nasional sesuai dengan undang-undang negara, namun tidak termasuk wartawan atau aktivis.

"Pemerintah secara kategoris menyangkal bahwa salah satu anggotanya melakukan pengawasan atau gangguan dalam komunikasi pembela hak asasi manusia, wartawan, aktivis anti-korupsi atau orang lain tanpa izin pengadilan sebelumnya," kata seorang juru bicara kepada BBC. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Suhud Dorong RUU Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Buruh dan Kepastian Usaha

Jumat, 11 September 2026 | 16:25

KPK Panggil 3 Tersangka Baru Kasus Suap Pemerasan Sertifikasi K3 Kemnaker

Jumat, 11 September 2026 | 16:19

Trump Sumpah Bareng Pendukung Republik, Ancam yang Tak Nyoblos Masuk Neraka

Jumat, 11 September 2026 | 16:13

Keluarga Dokter Icha Tuntut Tiga Anggota DPRD TTU Tersangka Intimidasi Dipecat

Jumat, 11 September 2026 | 15:58

DPR: Sebelum Batas Waktu, Tim SAR Maksimalkan Upaya Cari Lima Jurnalis di Selat Sunda

Jumat, 11 September 2026 | 15:46

Aljazair Mendadak Putus Hubungan Diplomatik dengan UEA

Jumat, 11 September 2026 | 15:44

Bahlil Tegaskan BUK Migas Belum Diputuskan

Jumat, 11 September 2026 | 15:00

Jejak Korupsi Rejang Lebong Merambah ke Bengkulu, Kini Giliran Ketua DPRD Herimanto Diperiksa

Jumat, 11 September 2026 | 14:54

Kemenhaj Rilis Peserta CAT PPIH 2027 Gelombang 2

Jumat, 11 September 2026 | 14:46

Kemenhut Bakal Tindaklanjuti Temuan Lima Bayi Orangutan di India

Jumat, 11 September 2026 | 14:35

Selengkapnya