Berita

Rusunawa di Temanggung, Jawa Tengah/Humas PUPR

Advertorial

Kementerian PUPR Bangun Jembatan Gantung Dan Rusunawa Buat Masyarakat Temanggung

MINGGU, 18 JUNI 2017 | 10:54 WIB

Kemudahan akses dan ketersediaan hunian layak bagi masyarakat merupakan dua hal yang menjadi perhatian pemerintahan Presiden Joko Widodo.  

Pemerintah melalui  Kementerian PUPR secara aktif membangun infrastruktur jembatan tidak hanya jembatan bentang panjang namun juga jembatan desa serta rumah susun untuk memudahkan akses masyarakat dan menyediakan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di berbagai Kabupaten/Kota, termasuk di Temanggung, Jawa Tengah.

Di antaranya dua jembatan gantung serta satu unit tower rumah susun sewa (Rusunawa) Parakan Wetan, di Desa Parakan, Kabupaten Temanggung, yang diresmikan oleh Presiden Joko Widodo didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Sabtu (17/6).


Turut hadir pada kesempatan tersebut Menteri Sekretaris Negara Pratikno, anggota DPR Komisi V Nusyirwan Soedjono dan Sudjadi, Wakil Gubernur Jawa Tengah Heru Sudjatmiko, Bupati Temanggung Mulyadi Bambang Sukarno, Direktur Sungai dan Pantai Ditjen SDA Hari Suprayogi, Direktur Jembatan Ditjen Bina Marga Iwan Zarkasi, Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional VII (BBPJN VII) Wilayah Jateng DIY Ditjen Bina Marga Heri Marzuki, Kepala BBWS Pemali Juana Ruhban Ruzziyatno dan Kepala Biro Komunikasi Publik Endra Saleh Atmawidjaja.

Kedua jembatan tersebut yakni Jembatan Gantung Galeh yang memiliki panjang 90 meter menghubungkan antara Desa Gandurejo serta Desa Kauman yang dipisahkan oleh sungai Galeh. Jembatan ini memiliki pemandangan dengan latar belakang Gunung Sumbing yang megah dan indah.

Jembatan Gantung kedua yakni Suropadan yang memiliki panjang 90 meter menghubungkan Desa Soropadan dan Desa Kalikuto tersebut dipisahkan oleh Sungai Elo.

Presiden Jokowi dalam sambutannya mengatakan, jembatan kecil yang langsung dinikmati rakyat juga harus diresmikan. "Jembatan kecil itu sangat penting karena menghubukan dari desa ke desa serta antar kecamatan," katanya.

Menurut Presiden Jokowi lebih lanjut, banyak desa dan kecamatan yang meminta untuk dibangun jembatan gantung seperti ini karena akan meningkatkan baik itu untuk logistik, dan mobilitas orang menjadi lebih cepat.

"Jembatan-jembatan seperti ini harus dibangun karena sangat penting sekali," terangnya.

Sementara Menteri Basuki mengatakan, hadirnya jembatan ini akan mempermudah dan memperpendek akses warga masyarakat menuju sekolah, pasar, tempat kerja, mengurus administrasi ke kantor kelurahan atau kecamatan dan akses silaturahmi antar warga di Kabupaten Temanggung dan Kabupaten Magelang.

Kementerian PUPR sendiri akan membangun sebanyak 60 jembatan kecil yang menghubungkan antardesa di Indonesia baik itu di Pulau Jawa, Sumatera, Sulawesi, NT, NTB, bahkan Papua.

Selain dua buah jembatan gantung yang diresmikan tersebut, Kementerian PUPR juga membangun pula dua unit jembatan di Kabupaten Temanggung.

Jembatan Gantung Mangunsuko sepanjang 120 meter yang menghubungkan Desa Mangunsuko Desa Grogol ke Desa Sumber dan Desa Tutup Kabupaten Magelang, kemudian Jembatan Gantung Krinjing sepanjang 90 meter yang menghubungkan Desa Paten dan desa Jombong ke Desa Krinjing.

Sebanyak empat jembatan gantung yang menggunakan rangka baja tersebut dibangun Kementerian PUPR melalui Satuan Kerja Pelaksana Jalan Nasional Wilayah II Provinsi Jawa Tengah dengan kontraktor PT. Unggul Perdana Mulya dengan nilai kontrak Rp 11 miliar dari dana APBN tahun 2016 dan 2017.[wid/***]


Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

KPK Amankan Dokumen dan BBE saat Geledah Kantor Dinas Perkim Pemkot Madiun

Rabu, 28 Januari 2026 | 11:15

UPDATE

Ambang Batas Parlemen Moderat Cukup 2,5 Persen

Senin, 02 Februari 2026 | 20:04

Eks Kepala PPATK: Demutualisasi BEI Kebutuhan Mendesak, Faktor Pertemanan Permudah Penyimpangan

Senin, 02 Februari 2026 | 19:50

Ribuan Warga Kawanua Rayakan Natal dan Tahun Baru dengan Nuansa Budaya

Senin, 02 Februari 2026 | 19:45

Catat! Ini 9 Sasaran Operasi Keselamatan Jaya 2026 dan Besaran Dendanya

Senin, 02 Februari 2026 | 19:45

Prabowo Terima Dirut Garuda dan Petinggi Embraer di Istana, Bahas Apa?

Senin, 02 Februari 2026 | 19:41

Menkeu Purbaya Singgung Saham Gorengan Saat IHSG Anjlok, Apa Itu?

Senin, 02 Februari 2026 | 19:29

Alur Setoran Kades dan Camat ke Sudewo Ditelisik KPK

Senin, 02 Februari 2026 | 19:23

Horor Sejarah Era Jim Crow

Senin, 02 Februari 2026 | 19:14

10 Surat Tanah yang Tidak Berlaku Lagi mulai Februari 2026

Senin, 02 Februari 2026 | 19:12

5 Takjil Khas Daerah Indonesia Paling Legendaris

Senin, 02 Februari 2026 | 18:53

Selengkapnya