Berita

Global

Pemerintah Yaman Setujui Rencana PBB, Houthi Skeptis

SABTU, 17 JUNI 2017 | 20:59 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pemerintah Yaman yang didukung oleh Saudi mengatakan pada hari Sabtu (17/6) bahwa pihaknya menyetujui sebuah rencana dua titik yang diajukan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk meredakan penderitaan dalam perang saudara di negara tersebut.

Pada hari Kamis, Dewan Keamanan PBB mendesak pihak-pihak yang bertikai untuk menyetujui sebuah rencana yang diperantarai PBB untuk menjaga pelabuhan Hodeidah yang dikuasai Houthi dari pertempuran dan untuk melanjutkan pembayaran gaji pemerintah.

PBB telah mengusulkan bahwa Hodeidah, sebuah titik pengiriman bantuan vital di Laut Merah dimana sekitar 80 persen impor makanan Yaman tiba, harus diserahkan ke sebuah partai netral.


Dewan Keamanan PBB memperingatkan bahwa koalisi yang dipimpinArab untuk memerangi Houthi, melawan upaya untuk memperpanjang perang ke pelabuhan.

Menteri Luar Negeri Yaman Abdel-Malek al-Meklafi mengatakan dalam sebuah tweet, pemerintahnya memperbarui penerimaannya atas proposal yang pertama kali dibuat oleh Utusan PBB Yaman Ismail Ould Cheikh Ahmed pada bulan Mei.

Namun gerakan Houthi yang bersekutu dengan Iran tetap skeptis.

Juru bicara Houthi mengatakan Dewan Keamanan melalui pernyataannya mendorong aliansi pimpinan-Arab Saudi untuk melanjutkan pemogokannya dan mereka memberi hak untuk menanggapi agresi apapun.

"Kami menegaskan kembali bahwa tentara dan komite lokal memiliki semua hak dan legalitas untuk menanggapi aliansi tersebut," sebuah pernyataan oleh juru bicara Mohammed Abdelsalam mengatakan seperti dimuat Reuters.

Yaman telah terkoyak oleh lebih dari dua tahun perang saudara yang membahayakan kelompok Houthi terhadap pemerintahan Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi, yang didukung oleh aliansi yang dipimpin Saudi. Lebih dari 10.000 orang tewas dalam konflik dan kelaparan meluas.

Koalisi pimpinan Saudi telah menuduh Huthi menggunakan Hodeidah untuk menyelundupkan senjata dan amunisi dan meminta pemantau U.N. untuk diposkan di sana. Gerakan Houthi membantah tuduhan tersebut. [mel]

Populer

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Helikopter Pemadam Karhutla BNPB Jatuh di Sungai Barito

Minggu, 08 November 2026 | 14:30

Putin Pastikan Rusia-AS-Ukraina Kembali Berunding Pekan Depan di Abu Dhabi

Minggu, 08 November 2026 | 14:26

Plt Bupati Klaten Dicecar KPK soal Penerimaan Uang Hamenang dan Era Sebelumnya

Minggu, 08 November 2026 | 14:19

Al Aqsha Travel Gelar Akademi Marketing Haji untuk Perkuat Kompetensi Mitra

Minggu, 08 November 2026 | 14:02

Bahlil Ancam Tempuh Jalur Hukum Gegara Namanya Dikaitkan dengan Isu Penyadapan Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 13:47

Gempa 5,7 Magnitudo Guncang Jepang, 20 Orang Terluka

Minggu, 08 November 2026 | 13:42

Penyadapan Presiden Prabowo Biang Kerok Ekonomi Tidak Stabil

Minggu, 08 November 2026 | 13:28

Green Wakaf, Memperluas Manfaat Wakaf untuk Menjaga Kelestarian Alam

Minggu, 08 November 2026 | 13:08

Pengamat: Peran Seskab Teddy Strategis dalam Komunikasi Politik Pemerintah

Minggu, 08 November 2026 | 13:02

AS Siapkan Rp362 Miliar untuk Pembocor Informasi Nuklir Iran

Minggu, 08 November 2026 | 12:40

Selengkapnya