Berita

Jack Ma/Net

Dunia

Jack Ma: Alibaba Akan Bernilai Ekonomi Lebih Besar Daripada Inggris Tahun 2036

SABTU, 17 JUNI 2017 | 19:23 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pendiri raksasa e-commerce China Alibaba, Jack Ma, mengatakan bahwa perusahaannya akan bernilai lebih dari ekonomi terbesar kelima di dunia pada tahun 2036 mendatang.

Alibaba sendiri saat ini sudah lebih besar dari beberapa negara, termasuk Swedia, Polandia, Iran, Norwegia, dan Austria.

"Jika sebuah perusahaan bisa melayani dua miliar konsumen, itu adalah sepertiga dari total populasi dunia. Jika sebuah perusahaan bisa menciptakan 100 juta pekerjaan, itu mungkin lebih besar daripada yang bisa dilakukan kebanyakan pemerintah. Jika sebuah perusahaan dapat mendukung 10 juta bisnis yang menguntungkan di platformnya, ini disebut ekonomi, "kata Ma kepada investor perusahaan di markas Alibaba di Hangzhou, seperti dimuat Russia Today.


Alibaba ingin memperoleh $ 1 triliun volume barang kotor pada tahun 2020 untuk menjadi ekonomi terbesar ke 16 atau 17 di dunia, lebih besar dari Turki atau Arab Saudi.

Pada 2036, Alibaba menargetkan untuk menjadi ekonomi nomor lima dunia tepat di belakang Amerika Serikat, China, Uni Eropa dan Jepang. Menurut Ma. Perusahaan akan menciptakan 100 juta pekerjaan pada saat itu.

Alibaba memiliki sekitar 450 juta pembeli tahunan aktif di pasar China di tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Maret.

Perusahaan ini menyatukan keluarga bisnis berbasis internet, yang memungkinkan penggunanya untuk membeli atau menjual di manapun di dunia. Perusahaan ini telah mengembangkan bisnis di pasar konsumen e-commerce, pembayaran online, pasar bisnis-ke-bisnis, dan komputasi awan, dan telah mulai mengembangkan aplikasi seluler, sistem operasi seluler, dan TV internet. [mel]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

UPDATE

Netanyahu Sebut Perang dengan Iran Belum Usai

Senin, 11 Mei 2026 | 08:20

OJK: Bank Bebas Tentukan Strategi Kredit, Program Pemerintah Hanya Potensi Bisnis

Senin, 11 Mei 2026 | 08:09

Harga Emas Langsung Tergelincir Usai Trump Tolak Tawaran Iran

Senin, 11 Mei 2026 | 07:50

Respons Iran soal Proposal AS Picu Kemarahan Trump

Senin, 11 Mei 2026 | 07:40

Sudah Saatnya Indonesia Berhenti dari Ketergantungan Energi Luar Negeri

Senin, 11 Mei 2026 | 07:27

Pasar Properti Indonesia Menyentuh Titik Jenuh

Senin, 11 Mei 2026 | 07:09

Optimalkan Minyak Jelantah

Senin, 11 Mei 2026 | 06:40

Geoffrey Till: Kekuatan Laut Bukan Sekadar soal Senjata

Senin, 11 Mei 2026 | 06:10

Delegasi Jepang Sambangi Fasilitas BLP Bahas Masa Depan Logistik

Senin, 11 Mei 2026 | 05:59

Ngobrol dengan Nelayan

Senin, 11 Mei 2026 | 05:40

Selengkapnya