Berita

Pengamanan di Israel/Al Jazeera

Dunia

Palestina Tolak Klaim ISIS Soal Serangan Di Yerusalem

SABTU, 17 JUNI 2017 | 18:47 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Kelompok Palestina telah menolak klaim kelompok militan ISIS atas serangan yang terjadi pada hari Jumat kemarin (16/6) di Yerusalem.

Dalam serangan tersebut, satu orang perwira polisi tewas yang kemudian disusul dengan pembunuhan tiga warga Palestina oleh tentara Israel.

Ini adalah serangan pertama di wilayah yang diduduki Israel yang diklaim ISIS.


Dalam insiden kemarin, tiga orang Palestina menyerang petugas di Gerbang Damaskus di Yerusalem Timur yang diduduki Jumat malam dan dibunuh oleh pasukan keamanan Israel.

Seorang pria Palestina lainnya dari Hebron juga terluka oleh pasukan keamanan Israel, meski tidak berperan dalam serangan tersebut.

Hamas, kelompok Palestina yang mengelola Jalur Gaza, menolak klaim ISIS tersebut dengan mengatakan bahwa ketiga penyerang tersebut berasal dari jajarannya sendiri dan juga Front Populer untuk Pembebasan Palestina (PFLP).

Sami Abu Zuhri, juru bicara Hamas, seperti dimuat Al Jazeera, mengatakan bahwa klaim ISIS adalah upaya untuk bermain lumpur di perairan dan menambahkan bahwa serangan tersebut dilakukan oleh "dua orang Palestina dari PFLP dan yang ketiga dari Hamas.

Ia menyebut bahwa pembunuhan tersebut merupakan respon alami terhadap kejahatan penjajah.

Badan keamanan internal Israel Shin Bet mengidentifikasi tiga warga Palestina tersebut sebagai Bara Saleh, lahir pada tahun 1998; Adel Ankoush, lahir tahun 1999; Dan Asama Atta, lahir pada tahun 1998.

Ketiganya berasal dari desa Deir Abu Mashal, dekat kota Ramallah, Tepi Barat yang diduduki.

PFLP mengatakan Salah dan Atta baru saja dibebaskan dari beberapa bulan di penjara Israel.

Nama tersebut berbeda dari yang dilaporkan oleh ISIS yang mengatakan bahwa serangan tersebut dilakukan oleh tiga bersaudara dengan nama Abu al-Bara'a al-Maqdisi, Abu Hassan al-Maqdisi, dan Abu Rabah al-Maqdisi. [mel]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

UPDATE

Netanyahu Sebut Perang dengan Iran Belum Usai

Senin, 11 Mei 2026 | 08:20

OJK: Bank Bebas Tentukan Strategi Kredit, Program Pemerintah Hanya Potensi Bisnis

Senin, 11 Mei 2026 | 08:09

Harga Emas Langsung Tergelincir Usai Trump Tolak Tawaran Iran

Senin, 11 Mei 2026 | 07:50

Respons Iran soal Proposal AS Picu Kemarahan Trump

Senin, 11 Mei 2026 | 07:40

Sudah Saatnya Indonesia Berhenti dari Ketergantungan Energi Luar Negeri

Senin, 11 Mei 2026 | 07:27

Pasar Properti Indonesia Menyentuh Titik Jenuh

Senin, 11 Mei 2026 | 07:09

Optimalkan Minyak Jelantah

Senin, 11 Mei 2026 | 06:40

Geoffrey Till: Kekuatan Laut Bukan Sekadar soal Senjata

Senin, 11 Mei 2026 | 06:10

Delegasi Jepang Sambangi Fasilitas BLP Bahas Masa Depan Logistik

Senin, 11 Mei 2026 | 05:59

Ngobrol dengan Nelayan

Senin, 11 Mei 2026 | 05:40

Selengkapnya