Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Ribuan Warga Muslim Mencari Perlindungan Ke Gereja Di Tengah Konflik

SABTU, 17 JUNI 2017 | 18:24 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Sedikitnya 1.500 orang, mayoritas merupakan warga sipil Muslim, berlindung di sebuah gereja Katolik di kota tenggara Bangassou, Republik Afrika Tengah (CAR).

Menurut imam Gereja, mereka kehilangan tempat tinggal dan melarikan diri dari konflik dan kekerasan yang terjadi di daerah mereka. Mereka pun berlindung di Katedral Bangassou.

"Situasinya tidak cukup aman untuk ditinggalkan, jadi mereka tidak bisa pindah dari sini," kata Pastor Alain Blaise Bissialo, pastor di gereja tersebut.


"Ada orang-orang yang berkeliling kota dengan membawa senjata," sambungnya.

Krisis di Bangassou dimulai antara 13-17 Mei ketika Anti-Balaka, sebuah milisi yang main hakim sendiri, meluncurkan serangkaian serangan terhadap umat Islam di Tokoyo, sebuah distrik Muslim di Bangassou, di Republik Afrika Tengah bagian tenggara (CAR).

Ribuan orang berbondong-bondong berlari ke masjid terdekat untuk mencari perlindungan.

Namun, banyak masjid kemudian diserang yang berpuncak pada pembunuhan imam setempat.

Dalam upaya menyelamatkan warga sipil di masjid tersebut, uskup Katolik tersebut mengirim truk ke Tokoyo untuk mengangkut sebanyak mungkin warga sipil ke gereja demi keselamatan mereka.

"Pada hitungan terakhir, 150 orang tewas dalam kekerasan sejak pertengahan Mei, namun jumlah ini bisa meningkat," kata Antoinne Mbao Bogo, presiden cabang Palang Merah setempat, kepada Al Jazeera jelang akhir pekan ini.

Alidou Djibril, seorang pengungsi di gereja tersebut, mengatakan bahwa ada kekurangan makanan dan pakaian.

"Sulit bagi kita, kita harus tetap di tempat yang sama, kita tidak bisa bergerak, dan kita berpuasa," katanya.

Djibril mengatakan bahwa mereka hanya menerima makanan satu minggu setelah tiba di gereja tersebut, menambahkan bahwa Anti-Balaka tidak mengizinkan pedagang membawa makanan kepada mereka.

Menurut PBB, sebagian besar dari 35.000 penduduk Bangassou melarikan diri, beberapa ke tempat-tempat untuk orang-orang yang kehilangan tempat tinggal dan orang-orang lain menyeberang ke negara tetangga. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Suhud Dorong RUU Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Buruh dan Kepastian Usaha

Jumat, 11 September 2026 | 16:25

KPK Panggil 3 Tersangka Baru Kasus Suap Pemerasan Sertifikasi K3 Kemnaker

Jumat, 11 September 2026 | 16:19

Trump Sumpah Bareng Pendukung Republik, Ancam yang Tak Nyoblos Masuk Neraka

Jumat, 11 September 2026 | 16:13

Keluarga Dokter Icha Tuntut Tiga Anggota DPRD TTU Tersangka Intimidasi Dipecat

Jumat, 11 September 2026 | 15:58

DPR: Sebelum Batas Waktu, Tim SAR Maksimalkan Upaya Cari Lima Jurnalis di Selat Sunda

Jumat, 11 September 2026 | 15:46

Aljazair Mendadak Putus Hubungan Diplomatik dengan UEA

Jumat, 11 September 2026 | 15:44

Bahlil Tegaskan BUK Migas Belum Diputuskan

Jumat, 11 September 2026 | 15:00

Jejak Korupsi Rejang Lebong Merambah ke Bengkulu, Kini Giliran Ketua DPRD Herimanto Diperiksa

Jumat, 11 September 2026 | 14:54

Kemenhaj Rilis Peserta CAT PPIH 2027 Gelombang 2

Jumat, 11 September 2026 | 14:46

Kemenhut Bakal Tindaklanjuti Temuan Lima Bayi Orangutan di India

Jumat, 11 September 2026 | 14:35

Selengkapnya