Berita

Kepala negosiator Uni Eropa Michel Barnier (kiri) dan Sekretaris Brexit David Davis/Net

Dunia

Ini Fokus Utama Perundingan Formal Brexit Pekan Depan

SABTU, 17 JUNI 2017 | 15:44 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Perundingan formal terkait dengan Brexit, atau hengkangnya Inggris dari Uni Eropa akan digelar awal pekan depan.

Komisi Eropa dalam keterangannya jelang akhir pekan ini mengatakan bahwa perundingan perdana tersebut akan berfokus pada masalah yang harus dilakukan dengan penarikan Inggris dari Uni Eropa, sebagai bagian dari pendekatan sekuensial untuk perundingan.

Departemen Kehakiman Inggris untuk Keluar dari Uni Eropa, seperti dikabarkan BBC, mengatakan masih memegang pandangan bahwa baik proses penarikan diri dan hubungan masa depan harus disepakati pada saat bersamaan.


Negosiasi Brexit dijadwalkan dimulai pada hari Senin di Brussels. Perundingan tersebut dijadwalkan berlanjut setiap bulan sepanjang musim panas.

Komisi Eropa mengatakan masalah perpisahan, seperti hak warga negara dan kewajiban keuangan Inggris, akan dibahas terlebih dahulu sebagai bagian dari pendekatan berurutan untuk melakukan pembicaraan.

Perundingan awal pekan depan dilakukan antara Sekretaris Brexit David Davis dan perunding Uni Eropa Michel Barnier.

"Pembukaan perundingan di tingkat politik minggu depan akan berfokus pada isu-isu yang berkaitan dengan hak warga negara, penyelesaian keuangan, perbatasan Irlandia Utara dan masalah pemisahan lainnya, sebagai bagian dari pendekatan sekuensial untuk perundingan," kata Uni Komisi Eropa dalam keterangannya.

"Kedua belah pihak juga akan membahas struktur negosiasi dan isu-isu yang perlu ditangani dalam beberapa bulan mendatang," sambungnya.

Seorang juru bicara departemen Brexit Davis mengatakan bahwa pihaknya jelas tentang pendekatan Inggris terhadap perundingan tersebut.

"Seperti yang kami jelaskan dalam Pasal 50, pandangan kami adalah bahwa perjanjian penarikan dan syarat hubungan masa depan harus disepakati satu sama lain. Kami jelas, ini adalah apa yang diatur dalam Pasal 50," jelasnya.

"Kami yakin proses penarikan tidak bisa disimpulkan tanpa adanya hubungan masa depan yang juga diperhitungkan," tegasnya. [mel]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Ketua MPR Bicara Islam dan Kemajuan di Forum Mufti Dunia

Jumat, 12 Juni 2026 | 20:15

Cara Reaktivasi MyPertamina agar QR Code Aktif Lagi, Bisa Lewat Website dan Aplikasi

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:57

Dua Akses Stasiun MRT Dukuh Atas Ditutup Imbas Demo

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:54

Sinopsis Backrooms, Film Horor Adaptasi Serial YouTube yang Pecahkan Rekor Box Office

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:44

Demonstran Depan UOB

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:39

Palsukan Tanda Tangan, Bendahara BUMDes Diduga Korupsi Rp1,6 Miliar

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:35

KPK Didesak Naikkan Status Pejabat DJBC Ahmad Dedi ke Penyidikan

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:32

BRI Gelontorkan Dana Rp500 Miliar untuk Buyback Saham

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:14

Jadwal Lengkap Fase Grup Piala Dunia 2026

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:13

PDIP Diminta Tertibkan Kader Diduga Terlibat Program MBG

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:47

Selengkapnya