Berita

Nicholas Maduro/Net

Global

Maduro: Komentar Wapres AS Soal Venezuela Memuakkan

JUMAT, 16 JUNI 2017 | 20:09 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

 RMOL. Presiden Venezuela Nicolas Maduro telah mengecam Wakil Presiden Amerika Serikat Mike Pence karena mempertanyakan demokrasi di negaranya.

"Saya memberitahu Wakil Presiden Amerika Serikat untuk mengeluarkan hidung Anda dari Venezuela," kata Maduro di Caracas pekan ini.

Ia menekankan bahwa tidak akan ada intervensi asing atau imperialis di negara tersebut.


Venezuela telah menjadi lokasi demonstrasi anti-pemerintah selama lebih dari dua bulan. Bentrokan antara pasukan keamanan dan pemrotes anti-pemerintah telah menyebabkan lebih dari 70 orang tewas dan 1.300 terluka.

Kerusuhan tersebut pecah setelah Mahkamah Agung mencabut parlemen yang dikuasai oposisi dari kekuasaannya.

Keputusan tersebut kemudian dicabut, namun pemrotes terus turun ke jalan-jalan di seluruh negeri melawan pemerintah Maduro.

Mengomentari krisis politik di Venezuela pada pertemuan para pemimpin Amerika pada hari Kamis, Pence mengatakan, "Keruntuhan negara yang seketika itu menjadi otoritarianisme telah mendorongnya ke dalam kemiskinan dan menyebabkan penderitaan yang tak terhitung bagi rakyat Venezuela."

Menanggapi itu, Maduro menilai bahwa komentar Pence memuakkan.

Bereaksi terhadap komentar tersebut, Maduro mengatakan Pence adalah orang yang tidak tahu di mana Venezuela berada di peta, namun merasa tahu tentang venezuela.

Maduro menggambarkan campur tangan Washington dalam urusan dalam negeri Venezuela sebagai sesuatu yang memuakkan dan meyakinkan bangsa bahwa mereka berada di jalan yang benar.

"Apa yang akan terjadi di Venezuela adalah perdamaian, demokrasi dan pemilihan," katanya seperti dimuat Press TV. [mel]

Populer

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Helikopter Pemadam Karhutla BNPB Jatuh di Sungai Barito

Minggu, 08 November 2026 | 14:30

Putin Pastikan Rusia-AS-Ukraina Kembali Berunding Pekan Depan di Abu Dhabi

Minggu, 08 November 2026 | 14:26

Plt Bupati Klaten Dicecar KPK soal Penerimaan Uang Hamenang dan Era Sebelumnya

Minggu, 08 November 2026 | 14:19

Al Aqsha Travel Gelar Akademi Marketing Haji untuk Perkuat Kompetensi Mitra

Minggu, 08 November 2026 | 14:02

Bahlil Ancam Tempuh Jalur Hukum Gegara Namanya Dikaitkan dengan Isu Penyadapan Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 13:47

Gempa 5,7 Magnitudo Guncang Jepang, 20 Orang Terluka

Minggu, 08 November 2026 | 13:42

Penyadapan Presiden Prabowo Biang Kerok Ekonomi Tidak Stabil

Minggu, 08 November 2026 | 13:28

Green Wakaf, Memperluas Manfaat Wakaf untuk Menjaga Kelestarian Alam

Minggu, 08 November 2026 | 13:08

Pengamat: Peran Seskab Teddy Strategis dalam Komunikasi Politik Pemerintah

Minggu, 08 November 2026 | 13:02

AS Siapkan Rp362 Miliar untuk Pembocor Informasi Nuklir Iran

Minggu, 08 November 2026 | 12:40

Selengkapnya