Berita

Najib Razak dan Rosmah Mansor/Reuters

Dunia

Ibu Negara Malaysia Beli Perhiasan 30 Juta Dolar AS Dengan Dana 1MDB?

JUMAT, 16 JUNI 2017 | 19:53 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Uang senilai hampir 30 juta dolar AS yang diambil dari pendanaan skandal 1Malaysia Development Berhad (1MBD) kabarnya telah digunakan untuk membeli perhiasan bagi istri perdana menteri Malaysia.

Termasuk dalam perhiasan yang dibeli dari dana itu adalah berlian pink 22 karat langka yang dijadikan hiasan kalung.

Begitu bunyi pengajuan terbaru oleh Justice AS Departemen dalam gugatan perdata pekan ini.


Pengajuan yang diajukan di Pengadilan Negeri AS di Los Angeles pada hari Kamis (15/6) tidak mengidentifikasi Perdana Menteri Najib Razak atau istrinya Rosmah Mansor dengan namanya, namun mengatakan bahwa pembelian perhiasan itu adalah untuk istri "Pejabat Malaysia 1".

Sumber pemerintah Malaysia dan AS, dikabarkan Reuters, sebelumnya telah mengkonfirmasi bahwa "Pejabat Malaysia 1" mengacu pada Najib.

Kalung berlian itu sendiri bernilai seharga 27,3 juta dolar AS, menurut pengajuan terbaru dalam sebuah tuntutan hukum yang diluncurkan pada Juli tahun lalu.

Tuduhan tersebut akan memberikan amunisi lebih lanjut untuk saingan politik Najib, yang sering mengkritik istrinya yang kerap belanja mewah.

Ajudan Rosmah tidak segera menanggapi permintaan komentar. Namun kantor perdana menteri, dalam sebuah pernyataan pada hari Jumat, mengatakan bahwa pihaknya prihatin dengan penamaan yang tidak perlu dan tidak pantas mengenai hal-hal dan individu tertentu yang hanya relevan dengan manipulasi dan interogasi politik dalam negeri.

Najib sendiri telah secara konsisten membantah melakukan kesalahan. [mel]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

UPDATE

Netanyahu Sebut Perang dengan Iran Belum Usai

Senin, 11 Mei 2026 | 08:20

OJK: Bank Bebas Tentukan Strategi Kredit, Program Pemerintah Hanya Potensi Bisnis

Senin, 11 Mei 2026 | 08:09

Harga Emas Langsung Tergelincir Usai Trump Tolak Tawaran Iran

Senin, 11 Mei 2026 | 07:50

Respons Iran soal Proposal AS Picu Kemarahan Trump

Senin, 11 Mei 2026 | 07:40

Sudah Saatnya Indonesia Berhenti dari Ketergantungan Energi Luar Negeri

Senin, 11 Mei 2026 | 07:27

Pasar Properti Indonesia Menyentuh Titik Jenuh

Senin, 11 Mei 2026 | 07:09

Optimalkan Minyak Jelantah

Senin, 11 Mei 2026 | 06:40

Geoffrey Till: Kekuatan Laut Bukan Sekadar soal Senjata

Senin, 11 Mei 2026 | 06:10

Delegasi Jepang Sambangi Fasilitas BLP Bahas Masa Depan Logistik

Senin, 11 Mei 2026 | 05:59

Ngobrol dengan Nelayan

Senin, 11 Mei 2026 | 05:40

Selengkapnya