Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Australia Segera Berlakukan Amnesti Senjata Nasional

JUMAT, 16 JUNI 2017 | 17:33 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Australia segera memberlakukan amnesti senjata nasional pertama sejak 1996 karena ancaman terorisme yang terus meningkat dan masuknya senjata ilegal di negara tersebut.

Selama amnesti tiga bulan yang berlangsung mulai 1 Juli mendatang, orang dapat menyerahkan senjata tanpa sertifikat yang mereka miliki tanpa rasa takut dituntut.

Namun mereka yang tertangkap di luar masa amnesti, akan menghadapi denda hingga 280.000 dolar Australia atau hukuman hingga 14 tahun penjara.


Saat ini pemerintah Australia memperkirakan ada sebanyak 260.000 senjata terlarang di Australia.

"Kita hidup di saat lingkungan keamanan nasional kita memburuk," kata Menteri Kehakiman Michael Keenan.

"Sayangnya, kita telah melihat, melalui serangan teror di Australia, senjata ilegal itu telah digunakan," sambungnya.

"Kami percaya, sekarang adalah waktu untuk menjalankan amnesti lain, dengan tujuan untuk mengurangi kumpulan senjata ilegal ini," jelas Michael Keenan seperti dimuat BBC.

Australia membawa kesepakatan amnesti serupa setelah penembakan 1996 di Port Arthur.

Dalam beberapa tahun terakhir, pihak berwenang telah mengungkapkan kekhawatiran yang berkembang atas ancaman kemungkinan serangan teroris di negara tersebut. [mel]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

UPDATE

Netanyahu Sebut Perang dengan Iran Belum Usai

Senin, 11 Mei 2026 | 08:20

OJK: Bank Bebas Tentukan Strategi Kredit, Program Pemerintah Hanya Potensi Bisnis

Senin, 11 Mei 2026 | 08:09

Harga Emas Langsung Tergelincir Usai Trump Tolak Tawaran Iran

Senin, 11 Mei 2026 | 07:50

Respons Iran soal Proposal AS Picu Kemarahan Trump

Senin, 11 Mei 2026 | 07:40

Sudah Saatnya Indonesia Berhenti dari Ketergantungan Energi Luar Negeri

Senin, 11 Mei 2026 | 07:27

Pasar Properti Indonesia Menyentuh Titik Jenuh

Senin, 11 Mei 2026 | 07:09

Optimalkan Minyak Jelantah

Senin, 11 Mei 2026 | 06:40

Geoffrey Till: Kekuatan Laut Bukan Sekadar soal Senjata

Senin, 11 Mei 2026 | 06:10

Delegasi Jepang Sambangi Fasilitas BLP Bahas Masa Depan Logistik

Senin, 11 Mei 2026 | 05:59

Ngobrol dengan Nelayan

Senin, 11 Mei 2026 | 05:40

Selengkapnya