Berita

Bisnis

PT AP II Perkirakan Kenaikan Penumpang 4,7 Persen Menjadi 8,65 Juta

JUMAT, 16 JUNI 2017 | 11:55 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

PT Angkasa Pura II (Persero) memperkirakan jumlah penumpang di 13 bandara yang dikelola AP II mencapai 8,65 juta atau naik sekitar 4,7% dibandingkan Lebaran tahun tahun lalu.

Di Bandara Internasional Soekarno-Hatta yang merupakan bandara tersibuk di Indonesia, Terminal 3 telah dioperasikan yang berarti adanya penambahan kapasitas dan fasilitas yang lebih baik.

Sementara itu Bandara Internasional Kualanamu di Deli Serdang, Sumatra Utara, merupakan bandara di bawah AP II yang tersibuk kedua selama masa angkutan lebaran di mana bandara ini siap menyambut pemudik dan melepas mereka saat arus balik nanti.


Sejumlah bandara AP II juga berada di kota atau daerah yang memiliki ciri khas khususnya terkait mudik seperti misalnya Bandara Internasional Minangkabau di Padang di mana masyarakatnya memiliki tradisi Pulang Basamo. Selain itu, Bandara Sultan Syarim Kasim II yang terletak di Pekanbaru, di mana masyarakatnya juga memiliki tradisi dalam menyambut lebaran.

Dengan semua persiapan yang telah disiapkan, AP II optimistis penyelenggaraan angkutan lebaran pada tahun ini akan lebih baik dibandingkan sebelumnya. [Baca: Dimulai Sejak Kemarin, Inilah Langkah PT AP II Sukseskan Penyelenggaraan Angkutan Lebaran]

"AP II ingin memberi rasa aman dan nyaman kepada pemudik baik itu di bandara asal keberangkatan maupun bandara tujuan, untuk kemudian mengantar mereka bertemu dengan keluarga dalam rasa penuh kebahagiaan," jelas President Director PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin dalam keterangan persnya (Jumat, 16/6).

Oleh karena itu pihaknya telah memastikan kehandalan sistem keamanan, sistem kelistrikan, dan alat bantu visual, di samping tentunya juga melakukan optimalisasi penggunaan slot penerbangan supaya kapasitas kursi penerbangan mampu memenuhi kebutuhan pada saat arus mudik maupun arus balik.

"Penggunaan media sosial juga akan dioptimalkan guna memberikan informasi secara cepat kepada pemudik," tandas Muhammad Awaluddin.

Saat ini Angkasa Pura II mengelola 13 bandara yakni Soekarno-Hatta (Jakarta), Halim Perdanakusuma (Jakarta), Kualanamu (Medan), Supadio (Pontianak), Minangkabau (Padang), Sultan Mahmud Badaruddin II (Palembang), Sultan Syarif Kasim II (Pekanbaru), Husein Sastranegara (Bandung), Sultan Iskandarmuda (Banda Aceh), Raja Haji Fisabilillah (Tanjungpinang), Sultan Thaha (Jambi), Depati Amir (Pangkal Pinang) dan Silangit (Tapanuli Utara). [zul]

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Tak Hanya Mobil Listrik, Hybrid Juga Diusulkan Bebas Ganjil-Genap

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:31

Kabinet Watch Penting untuk Ruang Dialog Menteri dan Kelompok Kritis

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:25

Dumai Transshipment Hub: Ujian Geopolitik Maritim Indonesia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:17

Laba Emiten Naik 15 Persen, Danantara Minta Investor Tak Terpaku Sentimen Pasar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:16

Apple Siap Gelar Acara Pro and Tell Akhir Oktober 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:09

12.000 Lowongan Kerja Dibuka di Jakarta untuk Semua Kalangan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:08

BAZNAS dan Ruang Amal Indonesia Antarkan 47 Mustahik ke Dunia Kerja

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:06

KPK Bakal Secepatnya Kembali Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:48

Wacana Dumai Transshipment Hub Perlu Dukungan, Pelindo Harus Lebih Bertaring di Selat Malaka

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:47

Terancam Turun Kelas, Danantara Akui Sentimen MSCI Tak Bisa Dianggap Enteng

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:33

Selengkapnya