Berita

Bendera Turki/Net

Global

Penjarakan Hakim PBB, Turki Dinilai Langgar Kekebalan Diplomatik

KAMIS, 15 JUNI 2017 | 19:39 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

PBB menilai bahwa keputusan Turki untuk menghukum salah satu hakimnya adalah pelanggaran atas kekebalan diplomatik dan perintah hukum yang mengikat.

Hakim Aydin Sefa Akay, dari Mekanisme Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pengadilan Pidana Internasional (MICT), dihukum karena dinilai menjadi anggota kelompok teroris yang ditunjuk di Turki,

Ia kini menghadapi hukuman tujuh tahun di penjara jika banding gagal.


Akay sekarang telah dihukum karena keanggotaan gerakan Gulen, yang didirikan oleh ulama Muslim di pengasingan Fethullah Gulen.

Dia telah dibebaskan sambil menunggu permintaan banding, namun paspornya telah disita dan dia dilarang meninggalkan negara tersebut.

MICT, yang merupakan cabang dari Dewan Keamanan PBB, telah berulang kali meminta pembebasannya, termasuk sebuah perintah pada bulan Januari yang menurutnya mengikat secara hukum pemerintah Turki.

Presiden MICT, Hakim Meron, mengatakan bahwa tindakan Turki adalah dalam pelanggaran lebih lanjut status yang dilindungi Hakim Akay di bawah kerangka hukum internasional.

Dia mendesak pemerintah Turki untuk menghormati status Akay dan untuk menyelesaikan situasi yang sesuai dengan hukum internasional.

Turki menyalahkan gerakan Gulenist untuk usaha kudeta gagal pertengahan tahun lalu dan mengklasifikasikannya sebagai organisasi teroris.

Gulen, yang tinggal di pengasingan di Amerika Serikat, telah membantah terlibat dalam usaha kudeta gagal tersebut. [mel]

Populer

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Helikopter Pemadam Karhutla BNPB Jatuh di Sungai Barito

Minggu, 08 November 2026 | 14:30

Putin Pastikan Rusia-AS-Ukraina Kembali Berunding Pekan Depan di Abu Dhabi

Minggu, 08 November 2026 | 14:26

Plt Bupati Klaten Dicecar KPK soal Penerimaan Uang Hamenang dan Era Sebelumnya

Minggu, 08 November 2026 | 14:19

Al Aqsha Travel Gelar Akademi Marketing Haji untuk Perkuat Kompetensi Mitra

Minggu, 08 November 2026 | 14:02

Bahlil Ancam Tempuh Jalur Hukum Gegara Namanya Dikaitkan dengan Isu Penyadapan Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 13:47

Gempa 5,7 Magnitudo Guncang Jepang, 20 Orang Terluka

Minggu, 08 November 2026 | 13:42

Penyadapan Presiden Prabowo Biang Kerok Ekonomi Tidak Stabil

Minggu, 08 November 2026 | 13:28

Green Wakaf, Memperluas Manfaat Wakaf untuk Menjaga Kelestarian Alam

Minggu, 08 November 2026 | 13:08

Pengamat: Peran Seskab Teddy Strategis dalam Komunikasi Politik Pemerintah

Minggu, 08 November 2026 | 13:02

AS Siapkan Rp362 Miliar untuk Pembocor Informasi Nuklir Iran

Minggu, 08 November 2026 | 12:40

Selengkapnya