Berita

PM Polandia/BBC

Dunia

Oposisi: PM Polandia Eksploitasi Kekejaman Kamp Auschwitz

KAMIS, 15 JUNI 2017 | 18:42 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Perdana Menteri Polandia Beata Szydlo menjadi sorotan pihak oposisi setelah membuat pidato politik dalam sebuah upacara di kamp kematian Nazi di Auschwitz pekan ini.

"Pada masa-masa sulit ini, Auschwitz adalah sebuah pelajaran besar bahwa segala sesuatu harus dilakukan untuk mempertahankan keselamatan dan kehidupan warga negara," kata Szydlo dalam pidatonya seperti dimuat BBC.

Pidato tersebut menandai peringatan 77 tahun pengiriman pertama tahanan Polandia ke kamp kematian Jerman Auschwitz-Birkenau Nazi.


Di antara 728 tahanan Polandia yang dikirim ke kamp konsentrasi dan pemusnahan pada bulan Juni 1940 adalah tahanan politik, tentara, pelajar dan Yahudi.

Donald Tusk, mantan perdana menteri Polandia yang sekarang menjadi presiden Dewan Eropa, menilai bahwa kata-kata seperti itu seharusnya tidak pernah keluar dari mulut perdana menteri Polandia.

Ucapan tersebut ditafsirkan pihak oposisi sebagai pembelaan kebijakan migran pemerintah nasionalisnya.

Pemimpin oposisi pimpinan Katarzyna Lubnauer mengatakan bahwa Szydlo telah mengeksploitasi kekejaman Auschwitz untuk membuat Polandia takut terhadap pengungsi.

Juru bicara pemerintah Rafal Bochenek mendesak para kritikus untuk mendengarkan pidato perdana menteri tersebut karena tidak ada komentar bernada negatif.

Selama pidato tersebut, Szydlo memberikan penghormatan kepada enam juta orang Polandia yang meninggal dalam Perang Dunia Kedua dan berbicara tentang pentingnya menyampaikan kebenaran dari apa yang telah terjadi. [mel]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

UPDATE

Netanyahu Sebut Perang dengan Iran Belum Usai

Senin, 11 Mei 2026 | 08:20

OJK: Bank Bebas Tentukan Strategi Kredit, Program Pemerintah Hanya Potensi Bisnis

Senin, 11 Mei 2026 | 08:09

Harga Emas Langsung Tergelincir Usai Trump Tolak Tawaran Iran

Senin, 11 Mei 2026 | 07:50

Respons Iran soal Proposal AS Picu Kemarahan Trump

Senin, 11 Mei 2026 | 07:40

Sudah Saatnya Indonesia Berhenti dari Ketergantungan Energi Luar Negeri

Senin, 11 Mei 2026 | 07:27

Pasar Properti Indonesia Menyentuh Titik Jenuh

Senin, 11 Mei 2026 | 07:09

Optimalkan Minyak Jelantah

Senin, 11 Mei 2026 | 06:40

Geoffrey Till: Kekuatan Laut Bukan Sekadar soal Senjata

Senin, 11 Mei 2026 | 06:10

Delegasi Jepang Sambangi Fasilitas BLP Bahas Masa Depan Logistik

Senin, 11 Mei 2026 | 05:59

Ngobrol dengan Nelayan

Senin, 11 Mei 2026 | 05:40

Selengkapnya