Berita

Novel Baswedan/Net

Politik

Celoteh Novel Ke Media Asing Sudutkan Polri

KAMIS, 15 JUNI 2017 | 16:32 WIB

Kasus penyiraman air keras ke wajah penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan, yang ditangani kepolisian hingga saat ini belum juga menemukan titik terang.

Namun disayangkan, bukan memberi informasi kepada penyidik kepolisian, Novel justru berceloteh kepada media Amerika Serikat, Time, terkait adanya dugaan keterlibatan Jenderal Polisi dalam kasus penyiraman air keras itu.

"Sangat disayangkan, opini yang beredar di masyarakat justru seakan-akan melemahkan 'syahwat' institusi Polri sebagai lembaga yang ditugaskan untuk menegakkan supremasi hukum terhadap masyarakat sipil," kata Ketua Presidium Mabes Anti Korupsi (MAK), Rahman Latuconsina dalam keterangan pers, Kamis (15/6).


"Seharusnya, jika korban menemukan adanya temuan, dugaan, dan indikasi atas tindak pidana yang menimpa dirinya segera disampaikan ke penyidik, bukan malah ke pihak yang tidak ada kaitannya sama sekali pada kasus ini," lanjutnya seperti dilansir dari laman RMOLJakarta.Com.

Menurutnya, dalam kasus ini, Polri dihadapkan pada kondisi di mana harus mengungkap sebuah kasus yang diduga mempunyai motif dan keterkaitan dengan pemberantasan korupsi. Namun di sisi lain, Polri juga tidak mau kecolongan dengan sekedar menunjuk orang sebagai pelaku dan disematkan label tersangka.

"Kasus ini sediri sangat minim petunjuk dan alat bukti, ini yang membuat Polri tidak mau gegabah," kata dia.

Dia berpandangan, keterangan yang disampaikan Novel kepada media AS itu berpotensi menimbulkan kegaduhan. Bertambah parah, kata dia, keluarga Novel yang lain ikut menggiring isu ini dengan mengeluarkan pernyataan yang diduga provokatif di berbagai media nasional di Tanah Air, yang seakan 'menantang' institusi Polri.

"Jelas di sini Polri tersudutkan, saya sangat menyayangkan sikap Baswedan itu," ucapnya.

Terkait ada oknum jenderal polisi yang diduga menjadi dalang penyiraman air keras kepada Novel, dirinya meminta Novel segera membuktikannya. Hal ini, lanjutnya, untuk menghindari berbagai interprestasi dan perdebatan diruang Publik.

"Jika sudah begini (tidak dibuktikan), maka saya menganggap ucapan Novel seperti celoteh camar tolol," kata dia.[wid] 

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Herman Deru Perintahkan Jalinsum Diperbaiki Usai Tragedi Bus ALS

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:22

Inilah Bupati Sitaro Chyntia Ingrid Kalangit yang Diborgol Kejati

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:09

Pemakzulan Trump Mencoreng Citra Demokrasi Barat

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:01

Politik Mesias Digital

Minggu, 10 Mei 2026 | 00:27

Saksi Sidang di PN Jakbar Dikejar-kejar hingga Diduga Dianiaya

Minggu, 10 Mei 2026 | 00:06

Pendidikan Bukan Komoditas Ekonomi

Minggu, 10 Mei 2026 | 00:03

Korban Kecelakaan Bus ALS Jadi 18 Orang

Sabtu, 09 Mei 2026 | 23:32

Kritik Amien Rais Jadi Momentum Perbaikan Tata Kelola Pemerintahan

Sabtu, 09 Mei 2026 | 23:14

Selengkapnya