Berita

Foto/AYLF

Dunia

Akhiri Polemik Qatar Dengan Cara Damai

RABU, 14 JUNI 2017 | 23:36 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

ASEAN Young Leaders Forum (AYLF) Indonesia menggelar Diskusi Kepemudaan Nasional dalam rangka merespon kasus pemutusan hubungan diplomatik Arab Saudi, Uni Emirat Arab (EUA), Bahrain dan Mesir kepada Qatar.

Bekerjasama dengan KAMMI, Pemuda PUI, Pemuda Al-Irsyad dan FSLDK, kegiatan ini diselenggarakan di Aula Pesantren Al-Islamiyah PUI, Pancoran, Jakarta Selatan, Selasa (13/6).

Pengamat politik Timur Tengah dari Universitas Indonesia, Yon Machmudi, Ph.D, serta pengamat politik internasional, Haryo Setyoko, M.PA , didapuk menjadi narasumber dalam diskusi yang bertemakan "Krisis Qatar: Masa Depan Timur Tengah dan Transformasi Peta Politik Global".


"Melalui platform AYLF ini, diharapkan pemuda Indonesia dapat berpartisipasi aktif dalam kampanye perdamaian global. Salah satunya adalah himbauan kepada negara-negara teluk agar dapat menyelesaikan polemik Qatar ini dengan damai dan diplomatik," tegas Presiden AYLF Indonesia, Adhe Nuansa Wibisono dalam sambutannya.

"Qatar menjadi negara yang independen secara politik karena berhasil mengelola sumber daya alam. Selain minyak, mereka juga berhasil menjadi pengekspor gas, inilah yang tidak dimiliki negara teluk lainnya. Gas yang lebih murah memungkinkan peralihan dari minyak ke gas, sehingga negara para pengimpor minyak khawatir," ujar Yon memulai diskusi.

Alumnus Australian National University itu mengemukakan bahwa negara Timur Tengah cenderung memilih pendekatan represif dalam mengatasi konflik, sehingga senjata diperlukan. Menurutnya, hal ini yang menguntungkan negara industri senjata.

"Indonesia jangan mengadopsi pemberantasan terorisme negara Timteng karena berbahaya," ujar Yon seperti dalam rilis AYLF.

Pembicara kedua, Haryo Setyoko, mengupas bagaimana embargo yang dilakukan Saudi dan beberapa negara teluk lainnya ini terjadi.

"Terdapat tiga labirin konflik dalam kasus ini. Pertama, Jerat kampanye. Kedua, kompetisi harga minyak. Ketiga, penstabilan harga dolar AD," jelas Haryo menambahkan.

Alumnus Lee Kwan Yew School of Public Policy of the National University of Singapore itu juga menegaskan bahwa pada akhirnya, sebagai hasil dari krisis Qatar ini, kemungkinan besar tidak akan sampai terjadi perang.

"Ada empat jalan keluar yang mungkin terjadi, yakni perang dunia ketiga, perang teluk ketiga, détente, dan perang dingin antara dua kubu," kata Haryo melanjutkan.

Selain itu, ia juga menyampaikan kepada peserta untuk terus banyak membaca, agar bisa menguak tabir di balik kejadian yang terjadi. [rus]

Populer

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

40 Warga Binaan Sumsel Dipindah ke Nusakambangan

Jumat, 22 Mei 2026 | 22:33

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Bamsoet dan Ketum Perbakin Banten Berburu Babi Hutan Perusak Panen

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:27

UPDATE

PalmCo Genjot Transformasi Kebun Rakyat Atasi Stagnasi Produksi Sawit

Senin, 25 Mei 2026 | 22:17

Agustina Dorong Denok Kenang Jadi Wajah Baru Semarang

Senin, 25 Mei 2026 | 22:12

Alarm Administrasi Publik

Senin, 25 Mei 2026 | 22:05

Daging Kurban Presiden dan Wapres di Istiqlal akan Disalurkan ke Pesantren

Senin, 25 Mei 2026 | 21:49

Jemaah Haji Diminta Disiplin dan Jaga Kesehatan Menuju Arafah

Senin, 25 Mei 2026 | 21:38

Majelis Etik Ombudsman Dalami Dugaan Pelanggaran Hery Susanto

Senin, 25 Mei 2026 | 21:32

Standardisasi Kemasan ala Kemenkes Berpotensi Picu Dampak Sosial Ekonomi

Senin, 25 Mei 2026 | 21:27

Dilema Etis Keterbatasan Fiskal Sektor Kesehatan

Senin, 25 Mei 2026 | 21:26

Walikota Agustina Sambut Biksu Thudong di Pelataran Masjid Semarang

Senin, 25 Mei 2026 | 21:10

Jadwal Lengkap Piala Dunia 2026: Pesta Bola Terbesar Siap Mengguncang Benua Amerika

Senin, 25 Mei 2026 | 20:19

Selengkapnya