Berita

Dunia

Pasca Teror, Sektor Wisata Inggris Kena Imbas

SELASA, 13 JUNI 2017 | 19:23 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Sejumlah serangan yang terjadi di Inggris beberapa waktu yang lalu membuat jumlah pengunjung di tempat wisata dan taman hiburan di negara-negara tersebut turun.

Salah satu pengelola taman hiburan yang terkena dampak di London adalah yang dikelola oleh Merlin Entertainments.

Merlin, yang mengelola London Eye and Madame Tussauds dan serangkaian taman hiburan, mengatakan bahwa serangan di Westminster pada 22 Maret di mana lima orang tewas pada awalnya menyebabkan penurunan pengunjung.


Dua serangan berikutnya di Manchester dan London yang menewaskan 30 orang dan melukai puluhan lainnya mengakibatkan kemerosotan lebih lanjut atas permintaan domestik.

"Mengingat jeda yang khas antara pemesanan liburan dan kunjungan, kami juga berhati-hati terhadap tren kunjungan ke luar negeri dalam beberapa bulan mendatang," kata perusahaan tersebut.

Taman hiburan termasuk Legoland juga terpengaruh dalam beberapa pekan terakhir oleh serangan teror dan tindakan keamanan yang meningkat lagi.

CEO Merlin Nick Varney mengatakan dampak serangan tersebut tidak jelas pada tahap ini.

"Yang jelas bagaimanapun adalah bahwa London telah bangkit kembali sebelumnya, dan akan melakukannya lagi," katanya.

"Saya memiliki kepercayaan diri terhadap ketahanan jangka panjang dan lintasan pertumbuhan pasar," tambahnya seperti dimuat AFP.

Pernyataan perusahaan tersebut juga mengatakan bahwa mereka mendapat keuntungan dari penurunan nilai pound setelah referendum Brexit tahun lalu, yang telah meningkatkan jumlah turis asing yang datang ke London. [mel]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Ketua MPR Bicara Islam dan Kemajuan di Forum Mufti Dunia

Jumat, 12 Juni 2026 | 20:15

Cara Reaktivasi MyPertamina agar QR Code Aktif Lagi, Bisa Lewat Website dan Aplikasi

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:57

Dua Akses Stasiun MRT Dukuh Atas Ditutup Imbas Demo

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:54

Sinopsis Backrooms, Film Horor Adaptasi Serial YouTube yang Pecahkan Rekor Box Office

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:44

Demonstran Depan UOB

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:39

Palsukan Tanda Tangan, Bendahara BUMDes Diduga Korupsi Rp1,6 Miliar

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:35

KPK Didesak Naikkan Status Pejabat DJBC Ahmad Dedi ke Penyidikan

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:32

BRI Gelontorkan Dana Rp500 Miliar untuk Buyback Saham

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:14

Jadwal Lengkap Fase Grup Piala Dunia 2026

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:13

PDIP Diminta Tertibkan Kader Diduga Terlibat Program MBG

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:47

Selengkapnya