Berita

Dunia

Pasar Keuangan Qatar Kembali Normal, Dampak Krisis Diplomatik Menipis

SELASA, 13 JUNI 2017 | 17:14 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pasar keuangan Qatar awal pekan ini kembali stabil setelah mengalami kerugian akibat krisis diplomatik pekan lalu.

Hal itu menunjukkan bahwa hal itu dapat membuat perekonomian tetap berjalan menghadapi sanksi oleh tetangganya.

Menteri Keuangan Negara terkaya per kapita mengecilkan kerugian ekonomi dari konfrontasi tersebut dan mengatakan bahwa pemerintah sangat nyaman dengan posisi finansialnya, dengan sumber daya untuk menahan tekanan.


Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain dan Mesir memutuskan hubungan diplomatik dan transportasi dengan Qatar seminggu yang lalu. Langkah itu diambil karena menuduhnya mengobarkan kerusuhan regional, mendukung terorisme dan terlalu dekat dengan Iran, yang semuanya diibaratkan oleh Teheran.

Perpecahan diplomatik tersebut sempat mengganggu impor bahan makanan dan bahan baku Qatar dan menyebabkan beberapa bank asing meningkatkan bisnisnya.

Reuters mengabarkan awal pekan ini Qatar dengan helas mencegah kerusakan ekonomi pasca krisis. Beberapa pabrik makanan di Qatar bekerja ekstra shift untuk memproses impor dari negara-negara di luar Teluk, seperti Brazil.

Jalur pengiriman telah mengarahkan lalu lintas kontainer melalui Oman dan bukan Uni Emirat Arab.

Sebagai pengekspor gas alam cair terkemuka di dunia, kekayaan Qatar telah memungkinkannya untuk membuat negara kecilnya diisi dengan gedung pencakar langit.

Pemerintah juga telah memberi pemerintah sarana untuk mengambil peran luar biasa dalam urusan regional, mensponsori faksi dalam pemberontakan dan perang saudara dan melakukan percontohan kesepakatan damai di Timur Tengah.

Menteri Luar Negeri Qatar Sheikh Abdulrahman al-Thani mengatakan dalam sebuah konferensi pers di Prancis bahwa Qatar masih tidak tahu mengapa negara-negara tersebut memutuskan hubungan. Dia membantah bahwa Qatar mendukung kelompok-kelompok seperti Ikhwanul Muslimin yang tetangganya menentang, atau memiliki hubungan hangat dengan musuh mereka Iran.

Sejauh ini, tindakan tersebut tampaknya tidak menyebabkan kekurangan pasokan yang serius di toko-toko.

Tapi penurunan ekonomi bisa memiliki konsekuensi yang lebih mengerikan bagi mayoritas 2,7 juta penduduk Qatar, yang bukan warga negara tapi pekerja asing. Buruh migran menghasilkan 90 persen populasi Qatar, kebanyakan tidak terampil dan bergantung pada proyek konstruksi seperti membangun stadion untuk Piala Dunia 2022.

Dalam sebuah wawancara dengan televisi CNBC beberapa waktu lalu, Menteri Keuangan Qatar Ali Sherif al-Emadi mengatakan bahwa pemerintah merasa nyaman dengan posisi, investasi dan likuiditas di dalam Sistem.

Sektor energi dan ekonomi pada dasarnya beroperasi seperti biasa dan tidak ada dampak serius yang dirasakan pada persediaan makanan atau barang lainnya. Qatar dapat mengimpor barang dari Turki, Timur Jauh atau Eropa dan akan merespons krisis tersebut dengan melakukan diversifikasi ekonomi bahkan lebih.

"Cadangan dan dana investasi kami lebih dari 250 persen produk domestik bruto, jadi saya rasa tidak ada alasan mengapa orang perlu khawatir dengan apa yang terjadi atau spekulasi mengenai riyal Qatar," tegasnya. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Perdana sebagai Anggota Penuh, Prabowo Hadiri KTT BRICS di India

Sabtu, 12 September 2026 | 12:20

Serda Ahmad Muzammil Tewas, POMAU Periksa 4 Personel

Sabtu, 12 September 2026 | 12:06

Menteri Imipas Penuhi Janji, 82 WNI Dipulangkan dari Malaysia

Sabtu, 12 September 2026 | 11:52

Kemendikdasmen Prioritaskan Revitalisasi Ribuan Sekolah, Ini Kategorinya

Sabtu, 12 September 2026 | 11:37

Pertamina Patra Niaga Tingkatkan Pasokan BBM ke SPBU Sulsel

Sabtu, 12 September 2026 | 11:28

Soal Life Jacket yang Ditemukan, Pemilik Kapal Buka Suara

Sabtu, 12 September 2026 | 11:10

Hari Pelanggan, Manfaat Perlindungan Kesehatan Tembus Rp1,1 Triliun

Sabtu, 12 September 2026 | 11:01

LRT Jabodebek Beroperasi Normal Usai Gempa M5,9 Guncang Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 | 10:50

Emas Antam Naik di Akhir Pekan, Satu Gram Jadi Segini

Sabtu, 12 September 2026 | 10:45

DPR Desak Usut Tuntas Penembakan Tiga Pegawai Pertanian Jayawijaya

Sabtu, 12 September 2026 | 10:28

Selengkapnya