Berita

Militer Filipina/Reuters

Dunia

Pasca Pengepungan Tiga Minggu, Militan Kuasai 20 Persen Marawi

SELASA, 13 JUNI 2017 | 16:43 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Kelompok militan ISIS mengklaim masih menguasai banyak wilayah di Marawi di Filipina bagian selatan,

Kantor berita yang berafiliasi dengan ISIS, Amaq, disebutkan bahwa  militer Filipina telah benar-benar gagal untuk mendapatkan kembali kota berpenduduk mayoritas Muslim tersebut, dimana ratusan pejuang yang bersekutu dengan kelompok ultra-radikal tersebut mencoba untuk merebut sejak tanggal 23 Mei.

"Pejuang Islam tersebar di lebih dari dua pertiga Marawi dan memperketat chokehold di tentara Filipina yang tidak mampu mengendalikan situasi," kata laporan tersebut.


Menanggapi hal tersebut, Juru bicara militer Filipina Brigadir Jenderal Restituto Padilla mencap laporan Amaq merupakan propaganda murni.

"Haruskah kita mengambil kata-kata mereka bahwa mereka menguasai dua pertiga Marawi? Dengan 202 teroris yang dikonfirmasi terbunuh mengapa kita memberi mereka kesempatan untuk menayangkan kebohongan mereka?" sebutnya.

Diminta mengomentari berapa banyak kota di tepi danau yang masih diduduki saat pengepungan tersebut memasuki minggu keempat, Letnan Jenderal Carlito Galvez, kepala komando militer di Mindanao Barat, mengatakan kepada Reuters bahwa jumlahnya mencapai 20 persen.

"Dari 96 barangay (lingkungan sekitar), mereka memegang bagian di Marinaut, Lulut, Mapandi dan Distrik Komersial Bongolo, yang hanya terdiri dari 20 persen dari seluruh Kota Marawi dan semakin kecil setiap harinya," katanya.

Padilla mengatakan seminggu yang lalu bahwa para pejuang telah dipukuli kembali menjadi hanya 10 persen dari kota.

Perampasan Marawi oleh pejuang yang bersekutu dengan ISIS, termasuk beberapa dari Timur Tengah, telah mengkhawatirkan negara-negara Asia Tenggara yang takut pada kelompok ultra-radikal yang bertelanjang kaki di Irak dan Suriah, sedang berusaha mendirikan benteng pertahanan di Mindanao yang dapat Mengancam wilayah mereka. [mel]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Ketua MPR Bicara Islam dan Kemajuan di Forum Mufti Dunia

Jumat, 12 Juni 2026 | 20:15

Cara Reaktivasi MyPertamina agar QR Code Aktif Lagi, Bisa Lewat Website dan Aplikasi

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:57

Dua Akses Stasiun MRT Dukuh Atas Ditutup Imbas Demo

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:54

Sinopsis Backrooms, Film Horor Adaptasi Serial YouTube yang Pecahkan Rekor Box Office

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:44

Demonstran Depan UOB

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:39

Palsukan Tanda Tangan, Bendahara BUMDes Diduga Korupsi Rp1,6 Miliar

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:35

KPK Didesak Naikkan Status Pejabat DJBC Ahmad Dedi ke Penyidikan

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:32

BRI Gelontorkan Dana Rp500 Miliar untuk Buyback Saham

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:14

Jadwal Lengkap Fase Grup Piala Dunia 2026

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:13

PDIP Diminta Tertibkan Kader Diduga Terlibat Program MBG

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:47

Selengkapnya