Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Amnesty International: Langkah Arab Saudi Dan Sekutu Langgar HAM Warga Qatar

SELASA, 13 JUNI 2017 | 14:11 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Kelompok HAM Amnesty International mengkritisi tindakan penghukuman yang dilakukan oleh Arab Saudi dan sejumlah sekutunya terhadap Qatar.

Tindakan Arab Saudi serta sejumlah negara lainnya untuk melakukan pembatasan terhadap Qatar pasca pemutusan hubungan diplomatik dinilai melanggar hak asasi manusia orang-orang Qatar.

Sekretaris Jenderal Amnesty Salil Shetty menyampaikan hal tersebut saat bertemu dengan Ali Bin Smaikh Al Marri, ketua Komite Hak Asasi Manusia Nasional Qatar, yang telah mengunjungi markas hak asasi manusia di London.


Shetty meminta semua badan internasional yang relevan yang relevan dan internasional untuk menghentikan langkah-langkah tersebut.

Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, Maladewa, dan Mesir baru-baru ini memutuskan hubungan dengan Qatar, menuduh Doha mendukung terorisme, sebuah tuduhan yang ditolak oleh pemerintah Qatar.

Negara-negara regional juga memblokir rute transit mereka ke Qatar dan memerintahkan sebagian besar warga Qatar untuk pergi.

Langkah-langkah tersebut juga membuat kunjungan keluarga menjadi sulit.

Kepala Amnesti mengatakan sebuah delegasi dari badan tersebut, yang sebelumnya mengunjungi Qatar, mendokumentasikan sekitar 700 kasus di mana langkah-langkah yang dipimpin oleh Saudi mengakibatkan pelanggaran hak asasi manusia.

Ia juga mengecam pelarangan all-across-the-board yang diberlakukan oleh negara-negara regional terhadap lembaga penyiaran Qatar, termasuk Al Jazeera, dan media Qatar.

Dikabarkan Press TV, Shetty menggambarkan pembatasan detak jantung media Qatar merupakan pelanggaran terang-terangan tentang kebebasan berbicara dan akses terhadap hak informasi. [mel]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Ketua MPR Bicara Islam dan Kemajuan di Forum Mufti Dunia

Jumat, 12 Juni 2026 | 20:15

Cara Reaktivasi MyPertamina agar QR Code Aktif Lagi, Bisa Lewat Website dan Aplikasi

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:57

Dua Akses Stasiun MRT Dukuh Atas Ditutup Imbas Demo

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:54

Sinopsis Backrooms, Film Horor Adaptasi Serial YouTube yang Pecahkan Rekor Box Office

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:44

Demonstran Depan UOB

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:39

Palsukan Tanda Tangan, Bendahara BUMDes Diduga Korupsi Rp1,6 Miliar

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:35

KPK Didesak Naikkan Status Pejabat DJBC Ahmad Dedi ke Penyidikan

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:32

BRI Gelontorkan Dana Rp500 Miliar untuk Buyback Saham

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:14

Jadwal Lengkap Fase Grup Piala Dunia 2026

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:13

PDIP Diminta Tertibkan Kader Diduga Terlibat Program MBG

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:47

Selengkapnya