Berita

Dunia

PBB: Kerusuhan Kongo Harus Diselidiki Lebih Mendalam

JUMAT, 09 JUNI 2017 | 20:59 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Kepala HAM PBB menyerukan penyelidikan internasional atas pembantaian dan kejahatan di provinsi Kasai, Republik Demokratik Kongo.

Zeid Ra'ad al-Hussein mengatakan bahwa tanggapan pemerintah sejauh ini telah gagal.

Pada bulan Maret, ditemukan 40 jasad polisi ditemukan dan juga dua jasad penyidik ​​PBB yang hilang.


Pemerintah telah memerangi milisi Kamuina Nsapu di wilayah tersebut.

Pertarungan terjadi pada bulan Juni tahun lalu setelah pemimpinnya Jean-Pierre Pandi menyerukan sebuah pemberontakan populer dengan tujuan untuk menghapus semua institusi negara dan pasukan keamanan dari wilayah tersebut sehingga dia dapat membangun jabatan utamanya.

Pandi terbunuh dua bulan kemudian, setelah pasukan keamanan menggerebek rumahnya, dan pengikutnya kemudian mengangkat senjata.

PBB mengatakan ratusan orang telah terbunuh dan lebih dari satu juta orang mengungsi di Kongo tengah sejak pertempuran pecah.

Dikatakan setidaknya 42 kuburan massal telah ditemukan.

Kongo telah terjun ke dalam krisis konstitusional sejak Presiden Joseph Kabila menolak untuk mundur setelah masa jabatannya berakhir tahun lalu.

 Kesepakatan suksesi yang ditengahi oleh Gereja Katolik, yang akan membuat Kabila menyerahkan kekuasaan pada akhir tahun ini, telah gagal menyelesaikan krisis tersebut. [mel]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Buyback Emas Antam Meroket Rp55.000, Satu Gram Dibanderol Rp2,45 Juta

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:57

Harga Minyak Dunia Merosot Imbas Keputusan Trump

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:56

IHSG Terbang 1,6 Persen Menuju 6.000, Rupiah Ikut Menguat

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:44

PKS: Koalisi Prabowo Akan Tetap Konstruktif Jaga Persatuan Bangsa

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:40

Pengusaha Heri Black Dicecar KPK soal Kontainer Berisi Sparepart di Pelabuhan Tanjung Emas

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:29

10 Kader Ramaikan Bursa Caketum PB SEMMI di Kongres IX Banten

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:17

Berkas Lengkap, Mantan Ketua Ombudsman Hery Susanto Segera Disidang

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:08

Korea Pimpin Reli Bursa Asia

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:54

Galeri 24 Dorong Literasi Investasi Emas Masyarakat di Jakarta Fair 2026

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:47

Manfaatkan Program Nikah Massal dan One Stop Nikah Solution dari Kemenag, Daftar Sekarang!

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:43

Selengkapnya