Berita

Fahira Idris/Net

Fahira Idris: Jangan Merasa Diri Paling Pancasilais

JUMAT, 09 JUNI 2017 | 11:59 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Indonesia akan menjadi salah satu negera terkemuka di dunia jika nilai-nilai Pancasila diimplementasikan dengan konsisten. Tapi yang disayangkan hingga saat ini, Pancasila lebih sering menjadi ajang perdebatan dari pada dijalankan.

"Ada yang bertanya, kenapa sekarang Pancasila lebih riuh diteriakkan, tetapi implementasi sila-silanya belum sepunuhnya dirasakan rakyat, malah negeri ini terus menerus berpindah dari satu kegaduhan ke kegaduhan lain," ujar Anggota DPD/MPR RI Fahira Idris di acara sosialisasi Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika, di Majelis Ta'lim (MT) Al-Jannah, Jakarta, Jumat (9/6).

Fahira mengungkapkan, kasadaran dan rasa bangga akan Pancasila di hampir semua lapisan masyarakat saat ini sangat tinggi. Hanya saja ada kecenderungan yang mengkhwatirkan karena masing-masing kelompok menganggap dirinya paling Pancasila, sementara kelompok lain kurang Pancasilais bahkan anti Pancasila.


Kondisi seperti ini, lanjut Senator Jakarta ini, jika terus terjadi akan menempatkan Pancasila hanya sebagai ajang argumen bukan ajang amalan.

Padahal, diskursus soal Pancasila akhir-akhir ini di dalam masyarakat sebenarnya sebuah tren positif jika saja oleh pemerintah dan parlemen bisa mengelolanya secara baik.

"Artinya pemerintah dan parlemen harus jadi yang terdepan mengamalkan kelima sila Pancasila dalam setiap kebijakan dan tindak-tanduknya. Jadikan Pancasila milik semua raga yang ada di Indonesia. Jangan merasa diri paling pancasilais sementara yang lain hanya disebabkan berbeda pendapat distigma kurang pancasilais. Kita harus akhiri ini karena bisa menjadi benih perpecahan," pungkas Fahira, wakil ketua Komite III DPD. [rus]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Duel Panas Timnas Indonesia Vs Malaysia, Ini Rekor Statistiknya

Minggu, 27 September 2026 | 02:22

Tak Peduli Teman, Prabowo Tegas Sikat Pencuri Duit Negara

Minggu, 27 September 2026 | 02:02

Di Balik Kemudahan QRIS, Merchant Tetap Wajib Terima Tunai

Minggu, 27 September 2026 | 01:46

Gugatan Denny Indrayana Cs Untungkan Seluruh Parpol di DPR

Minggu, 27 September 2026 | 01:20

Pemerintah Jangan Pukul Rata Evaluasi IUP

Minggu, 27 September 2026 | 01:07

Emas Rahmat Bawa Indonesia Lompat ke Posisi 14

Minggu, 27 September 2026 | 00:35

Kowani Apresiasi Penegasan Menteri Hukum soal SK Kepengurusan

Minggu, 27 September 2026 | 00:17

Rahmat Erwin Abdullah Persembahkan Emas Kedua Indonesia

Minggu, 27 September 2026 | 00:05

Bhayangkari Salurkan 6 Ribu Paket Sembako untuk Warga Aceh

Sabtu, 26 September 2026 | 23:49

Wamenag Protes Keras Pembebasan Bersyarat Bechi Pemerkosa Santriwati

Sabtu, 26 September 2026 | 23:20

Selengkapnya