Berita

Kurdi Irak/BBC

Dunia

Kurdi Irak Segera Gelar Referendum Kemerdekaan

KAMIS, 08 JUNI 2017 | 17:15 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pejabat tinggi pemerintah dan partai politik di Daerah otonom Kurdistan Irak sepakat untuk mengadakan referendum kemerdekaan pada tanggal 25 September mendatang.

Tanggal tersebut ditetapkan dalam sebuah pertemuan yang dilakukan di Irbil pekan ini. Pertemuan tersebut diketuai oleh Presiden Massoud Barzani.

Dalam sebuah pernyataan yang dikeluatkan pemerintah otonom, disebutkan bahwa pemungutan suara akan dilakukan di tiga provinsi yang membentuk kawasan tersebut, dan juga wilayah Kurdistan di luar wilayah administrasi.


Tidak ada komentar langsung dari pemerintah pusat Irak, namun pihaknya telah mendesak orang Kurdi untuk tidak mengadakan referendum.

Pada April lalu, pejabat senior Kurdi Hoshyar Zebari mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa suara "ya" tidak akan berarti independensi akan diumumkan.

Zebari mengatakan bahwa hal itu hanya akan membantu Kurdi menekan kasus mereka untuk kesepakatan terbaik mengenai penentuan nasib sendiri.

Bergerak menuju kemerdekaan langsung secara historis telah ditentang oleh pemerintah negara tetangga Iran, Turki dan Suriah, dan juga oleh AS.

Perdana Menteri Haider al-Abadi mengatakan bahwa mengadakan referendum kemerdekaan sekarang tidak akan menjadi kepentingan Daerah Kurdistan atau Irak.

"Keinginan saudara-saudara Kurdi kita untuk menciptakan negara mereka sendiri adalah hak mereka dan tidak ada yang punya hak untuk menghalangi mereka," katanya seperti dikutip oleh kantor berita Kurdi Rina pada bulan April.

"Tapi mengadakan referendum saat ini tidak tepat karena perang melawan ISIS masih berkecamuk di kawasan ini," tambahnya seperti dimuat BBC. [mel]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

UPDATE

Netanyahu Sebut Perang dengan Iran Belum Usai

Senin, 11 Mei 2026 | 08:20

OJK: Bank Bebas Tentukan Strategi Kredit, Program Pemerintah Hanya Potensi Bisnis

Senin, 11 Mei 2026 | 08:09

Harga Emas Langsung Tergelincir Usai Trump Tolak Tawaran Iran

Senin, 11 Mei 2026 | 07:50

Respons Iran soal Proposal AS Picu Kemarahan Trump

Senin, 11 Mei 2026 | 07:40

Sudah Saatnya Indonesia Berhenti dari Ketergantungan Energi Luar Negeri

Senin, 11 Mei 2026 | 07:27

Pasar Properti Indonesia Menyentuh Titik Jenuh

Senin, 11 Mei 2026 | 07:09

Optimalkan Minyak Jelantah

Senin, 11 Mei 2026 | 06:40

Geoffrey Till: Kekuatan Laut Bukan Sekadar soal Senjata

Senin, 11 Mei 2026 | 06:10

Delegasi Jepang Sambangi Fasilitas BLP Bahas Masa Depan Logistik

Senin, 11 Mei 2026 | 05:59

Ngobrol dengan Nelayan

Senin, 11 Mei 2026 | 05:40

Selengkapnya