Berita

Moon In Jae/Net

Dunia

Korsel Tangguhkan Penyebaran THAAD Tambahan

KAMIS, 08 JUNI 2017 | 16:41 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Korea Selatan akan menangguhkan penyebaran lebih lanjut dari sistem pertahanan rudal AS yang kontroversial sampai sebuah penilaian dampak lingkungan yang diperintahkan oleh Presiden baru Moon Jae-In selesai.

Begitu penegasan yang dibuat oleh kantornya Presiden Korea Selatan pekan ini.

Seoul setuju tahun lalu di bawah pendahulunya Moon yang digulingkan Park Geun-Hye untuk menerapkan sistem pencegatan rudal yang kuat untuk mencegah ancaman dari Korea Utara yang bersenjata nuklir meskipun mendapat tentangan keras dari Beijing, yang memandangnya sebagai ancaman terhadap kemampuan militernya sendiri.


Dua peluncur rudal telah ditempatkan di wilayah selatan Seongju, di mana ratusan penduduk telah melakukan demonstrasi sengit atas apa yang mereka lihat sebagai bahaya lingkungan potensial yang ditimbulkan oleh baterai yang digunakan dalam sistem Pertahanan Ketinggian Tinggi Daerah Tingkat Tinggi (THAAD).

Kantor Moon mengeluarkan pernyataan yang menyebut bahwa tidak ada langkah untuk penarikan mundur dua peluncur yang sudah terpasang. Namun penyebaran tambahan THAAD akan ditangguhkan hingga penilaian dampak lingkungan selesai.

"Kami tidak melihat proses penyebaran cukup mendesak untuk melewati keseluruhan analisis dampak lingkungan," sambung keterangan tersebut.
 
Pembekuan penyebaran dilakukan dua hari setelah Bulan memerintahkan penyelidikan yang tepat terhadap dampak lingkungan yang potensial dari baterai rudal dalam upaya memenangkan dukungan publik yang lebih besar untuk proyek tersebut. [mel]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Buyback Emas Antam Meroket Rp55.000, Satu Gram Dibanderol Rp2,45 Juta

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:57

Harga Minyak Dunia Merosot Imbas Keputusan Trump

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:56

IHSG Terbang 1,6 Persen Menuju 6.000, Rupiah Ikut Menguat

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:44

PKS: Koalisi Prabowo Akan Tetap Konstruktif Jaga Persatuan Bangsa

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:40

Pengusaha Heri Black Dicecar KPK soal Kontainer Berisi Sparepart di Pelabuhan Tanjung Emas

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:29

10 Kader Ramaikan Bursa Caketum PB SEMMI di Kongres IX Banten

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:17

Berkas Lengkap, Mantan Ketua Ombudsman Hery Susanto Segera Disidang

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:08

Korea Pimpin Reli Bursa Asia

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:54

Galeri 24 Dorong Literasi Investasi Emas Masyarakat di Jakarta Fair 2026

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:47

Manfaatkan Program Nikah Massal dan One Stop Nikah Solution dari Kemenag, Daftar Sekarang!

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:43

Selengkapnya