Berita

Theresa May/Net

Dunia

Pasca Teror, Hasil Pemilu Inggris Semakin Sulit Diprediksi

KAMIS, 08 JUNI 2017 | 14:46 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Warga Inggris pergi ke tempat pemungutan suara pada hari Kamis (8/7) di bawah bayang-bayang terorisme.

Perdana Menteri Inggris Theresa May pernah diprediksi akan bisa menang dengan mudah dalam pemiliu kali ini. Namun agaknya serangkaian serangan yang terjadi di Inggris beberapa waktu terakhir membuat situasi semakin sulit diprediksi.

Ketika May menyerukan pemungutan suara pada bulan April lalu, ia mempresentasikan dirinya sebagai pemimpin yang kuat untuk membawa Inggris ke dalam perundingan Brexit. Pada saat itu peringkat jajak pendapat untuk partai utama dan partai konservatif kanannya berada di puncak.


Namun serangkaian serangan di London dan Manchester telah menempatkannya di bawah tekanan selama enam tahun sebagai menteri dalam negeri dan juga mengganggu reputasinya sebagai Perdana Menteri yang kuat.

Sementara pemimpin oposisi Partai Buruh Jeremy Corbyn, seorang juru kampanye anti perang yang dianggap tidak dapat dipilih oleh mayoritas pembuat undang-undangnya sendiri, telah menjalankan sebuah kampanye yang energik yang menjanjikan perubahan.

Saat May berkeliling ke seluruh Inggris menyampaikan pidato dan slogan kepada sekelompok kecil aktivis yang terpilih, Corbyn telah menarik banyak penonton untuk demonstrasi terbuka.

Jajak pendapat sebelum pemilu menunjukkan kewaspadaan akan hasil pemilu.

Sementara sebagian besar masih mengharapkan kemenangan Konservatif, prediksi tentang margin sangat bervariasi, dan satu model perkiraan kejutan bahkan diperkirakan Mei bisa kehilangan mayoritas 17 di House of Commons di mana 650 kursi diperebutkan.

Berbicara kepada wartawan di pesawatnya saat melakukan kampanye terakhir pada hari Rabu, May bersikeras bahwa dia tidak menyesal telah memberikan suara tersebut tiga tahun lebih awal.

"Saya menikmati kampanye ini," katanya.

"Ada pilihan yang sangat jelas bagi orang-orang ketika mereka memilih, antara koalisi kekacauan Jeremy Corbyn, atau kepemimpinan yang kuat dan stabil dengan saya dan tim saya," tambahnya seperti dimuat Reuters. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Minyak Dunia Tembus 100 Dolar AS, Purbaya Belum Tambah Subsidi Energi

Sabtu, 12 September 2026 | 02:25

One Asia Golf Cup 2026 Diikuti 144 Pengusaha dari 11 Negara

Sabtu, 12 September 2026 | 02:14

Relawan Prabowo-Gibran Tak cuma Hadir saat Pemilu

Sabtu, 12 September 2026 | 01:30

Ferry Boboho Balikin Duit Rp5 Miliar, Diduga terkait Pemerasan Febrie

Sabtu, 12 September 2026 | 01:10

Maruli Janji Dongkrak Peringkat Atlet Judo Indonesia

Sabtu, 12 September 2026 | 01:01

ERP Solusi Pengendalian Kemacetan Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 | 00:34

Simak Rekayasa Lalin Persija-Persib di GBK

Sabtu, 12 September 2026 | 00:18

Jarnas Konsisten Kawal Program Pro Rakyat Prabowo-Gibran

Sabtu, 12 September 2026 | 00:00

Haji Dimulai dari Kalkulator

Jumat, 11 September 2026 | 23:35

Baznas Kembali Raih Indonesia Most Reputable Companies Award 2026

Jumat, 11 September 2026 | 23:20

Selengkapnya