Berita

Ma'ruf Cahyono/Net

Ma'ruf Cahyono: MPR Dukung Upaya Pemberantasan Narkoba

KAMIS, 08 JUNI 2017 | 10:59 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Sekretariat Jenderal Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI saat ini sedang melalukan langkah-langkah reformasi birokrasi.

Demikian disampaikan Sesjen MPR Ma'ruf Cahyono dalam wawancara tentang bahaya narkoba di ruang kerjanya, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (8/6).

Dalam melakukan reformasi birokasi, menurutnya, pasti unsur Sumber Daya Manusia (SDM) yang isinya para pegawai menjadi peran utama.


"Kami memerlukan orang-orang yang mempunyai integritas, kepribadian yang baik, yang pada gilirannya menjadikan para pegawai menjadi profesional. Untuk membentuk sikap dan sifat tersebut maka diperlukan orang-orang yang sehat jasmani dan rohani," ujar Ma'ruf.

Dijelaskan oleh alumni Universitas Jenderal Soedirman itu, sehat fisik saja tidak cukup, sehat rohani kalau fisiknya tak mendukung juga tak cukup. "Jadi harus ada keseimbangan dua-duanya," tegasnya.

Oleh karena itu Setjen MPR tidak ingin ada SDM yang fisik dan psikis tidak sehat karena faktor-faktor kecanduan atau ketergantuan narkoba.

"Narkoba merusak segala macam hal, dari mulai dedikasi, emosi, kejiwaan dan lainnya. Bila terkena bahaya narkoba akan membuat kontraproduktif dengan penyelenggaraan kerja di lingkungan Setjen MPR," ujar Ma'ruf.

Berangkat dari hal tersebut, Setjen MPR melakukan penyuluhan bahaya narkoba, kemarin. Penyuluhan tersebut diberikan kepada seluruh pegawai di lingkungan Setjen MPR.

Dikatakan Ma'ruf, penyuluhan narkoba sebagai upaya preventif, pencegahan, agar SDM jangan sampai ada kecanduan atau ketergantungan narkoba. "Dengan penyuluhan diharapkan bahaya narkoba dapat dihindari," tegasnya.

Lebih lanjut dikatakan, pencegahan sebagai upaya membuat Setjen MPR menjadi wilayah yang bebas dan bersih dari narkoba. "Selama ini tidak ada pegawai yang terkena bahaya narkoba," ungkap pria asal Purwokerto, Jawa Tengah itu.

Ditegaskan, penyuluhan diadakan bukan karena ada yang kecanduan atau mengkonsumsi tetapi karena upaya pencegahan. "Jangan sampai terjadi penggunaan narkoba karena sangat merusak," paparnya.

Ma'ruf mendukung kebijakan pemerintah, utamanya BNN, yang gencar mencegah dan memberantas narkoba. "Jangan sampai di MPR terpengaruh oleh lingkungan-lingkungan yang buruk," ucapnya.

Oleh sebab itu dengan adanya pemahaman bahaya narkoba, diharapkan hal buruk tidak akan terjadi. "Di lingkungan Setjen MPR tidak ada yang seperti itu. Kami pertahankan jangan sampai kena bahaya narkoba. Kita mendukung sepenuhnya BNN untuk sukses dalam menjalankan misinya," imbuhnya.

Disebut Ma'ruf, sanksi penggunaan narkoba sangat berat. Dalam peraturan perundang-undangan pegawai negeri sipil (PNS) tidak boleh menjadi pengkonsumsi narkoba. "Sebelum masuk CPNS sudah dites, berarti kalau ada PNS mengkonsumsi narkoba berarti ia tidak memenuhi syarat sebagai PNS," tegasnya.

"Kalau mengkonsumsi narkoba, ia harus diberhentikan, Sanksinya berat sekali," tambah Ma'ruf.

Untuk itu penuyuluhan harus dilakukan secara kontinu. Bila sudah diberi penyuluhan tinggal pembinaan-pembinaan selanjutnya. "Terus diingatkan, jangan sampai kurang pemahaman yang bisa mengakibatkan terpengaruh," papar Ma'ruf menurutp sesi wawancara. [rus]

Populer

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

40 Warga Binaan Sumsel Dipindah ke Nusakambangan

Jumat, 22 Mei 2026 | 22:33

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Bamsoet dan Ketum Perbakin Banten Berburu Babi Hutan Perusak Panen

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:27

UPDATE

PalmCo Genjot Transformasi Kebun Rakyat Atasi Stagnasi Produksi Sawit

Senin, 25 Mei 2026 | 22:17

Agustina Dorong Denok Kenang Jadi Wajah Baru Semarang

Senin, 25 Mei 2026 | 22:12

Alarm Administrasi Publik

Senin, 25 Mei 2026 | 22:05

Daging Kurban Presiden dan Wapres di Istiqlal akan Disalurkan ke Pesantren

Senin, 25 Mei 2026 | 21:49

Jemaah Haji Diminta Disiplin dan Jaga Kesehatan Menuju Arafah

Senin, 25 Mei 2026 | 21:38

Majelis Etik Ombudsman Dalami Dugaan Pelanggaran Hery Susanto

Senin, 25 Mei 2026 | 21:32

Standardisasi Kemasan ala Kemenkes Berpotensi Picu Dampak Sosial Ekonomi

Senin, 25 Mei 2026 | 21:27

Dilema Etis Keterbatasan Fiskal Sektor Kesehatan

Senin, 25 Mei 2026 | 21:26

Walikota Agustina Sambut Biksu Thudong di Pelataran Masjid Semarang

Senin, 25 Mei 2026 | 21:10

Jadwal Lengkap Piala Dunia 2026: Pesta Bola Terbesar Siap Mengguncang Benua Amerika

Senin, 25 Mei 2026 | 20:19

Selengkapnya