Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Pernikahan Yang Bahagia Berimbas Positif Bagi Kesehatan Jantung

RABU, 07 JUNI 2017 | 20:22 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pernikahan yang dilakukan dengan orang dicintai bisa memberikan dampak positif bagi kesehatan. Bukan hanya itu, bahkan pernikahan bisa meningkatkan peluang bertahan hidup jika Anda memiliki faktor risiko jantung utama seperti kolesterol tinggi.

Begitu hasil penelitian dari peneliti di Aston Medical School yang dipresentasikan pada konferensi British Cardiovascular Society pekan ini.

Dr Paul Carter dan rekannya di Aston Medical School melakukan penelitian tersebut, telah menunjukkan bahwa pernikahan dikaitkan dengan kesempatan yang lebih baik untuk bertahan dari serangan jantung.


Penelitian itu dilakukan pada hampir satu juta orang dewasa di Inggris. Mereka semua memiliki masalah kesehatn, seperti tekanan darah tinggi, kolesterol ataupun diabetes.

Dalam penelitian ditemukan bahwa sepasang suami-istri yang penuh kasih dapat memacu Anda untuk menjaga diri lebih baik.

Penelitian itu juga menemukan bahwa orang yang sudah menikah bernasib jauh lebih baik daripada mereka yang masih lajang.

Hasil studi itu membuat peneliti menyimpulkan bahwa pernikahan membantu penyangga terhadap faktor risiko penyakit jantung besar, termasuk kolesterol dan tekanan darah tinggi.

Studi tersebut melihat kematian dari semua penyebab, termasuk penyakit jantung.

Pria dan wanita berusia 50an, 60an dan 70an dengan kolesterol tinggi 16% lebih mungkin untuk hidup 14 tahun lebih lama jika mereka menikah dan bukan lajang.

Hal yang sama berlaku untuk diabetes dan tekanan darah tinggi, dengan orang yang sudah menikah memiliki keunggulan bertahan hidup.

Gambarannya kurang jelas bagi orang yang tinggal bersama, berpisah, bercerai atau janda.

Selain itu, para peneliti tidak menguji apakah orang-orang yang menikah itu dalam pernikahan yang bahagia serta bagaimana indikatornya.

"Kita perlu untuk membongkar alasan yang mendasari sedikit lebih, tapi tampaknya ada sesuatu tentang menikah yang melindungi, tidak hanya pada pasien dengan penyakit jantung tetapi juga mereka yang memiliki faktor risiko penyakit jantung," kata Dr Carter.

"Kami tidak mengatakan bahwa setiap orang harus menikah," jelasnya.

"Kita perlu meniru efek positif dari pernikahan dan menggunakan jaringan teman, keluarga dan dukungan sosial dengan cara yang sama," tegasnya seperti dimuat BBC. [mel]


Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Lagi Sakit, Jangan Biarkan Jokowi Terus-terusan Temui Fans

Senin, 12 Januari 2026 | 04:13

Eggi-Damai Dicurigai Bohong soal Bawa Misi TPUA saat Jumpa Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 04:08

Membongkar Praktik Manipulasi Pegawai Pajak

Senin, 12 Januari 2026 | 03:38

Jokowi Bermanuver Pecah Belah Perjuangan Bongkar Kasus Ijazah

Senin, 12 Januari 2026 | 03:08

Kata Yaqut, Korupsi Adalah Musuh Bersama

Senin, 12 Januari 2026 | 03:04

Sindiran Telak Dokter Tifa Usai Eggi-Damai Datangi Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 02:35

Jokowi Masih Meninggalkan Jejak Buruk setelah Lengser

Senin, 12 Januari 2026 | 02:15

PDIP Gelar Bimtek DPRD se-Indonesia di Ancol

Senin, 12 Januari 2026 | 02:13

RFCC Complex Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 01:37

Awalnya Pertemuan Eggi-Damai dengan Jokowi Diagendakan Rahasia

Senin, 12 Januari 2026 | 01:16

Selengkapnya