Berita

ilustrasi/net

Dunia

Dua Rahasia Sederhana Dorong Kelangsungan Hidup Penderita Kanker

SENIN, 05 JUNI 2017 | 18:34 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Peneliti dari Queensland University of Technology di Australia.
menemukan rahasia sederhana untuk meningkatkan kelangsungan hidup penderita kanker.

Cara sederhana yang bisa dilakukan dalam kehidupan sehari-hari adalah mengatur pola makan yang sehat dan olahraga teratur. Cara itu dinilai bisa mengurangi kemungkinan resiko kematian bagi penderita kanker.

Kesimpulan itu muncul setelah mereka melakukan penelitian terhadap hampir 1.000 pasien kanker usus besar. Hasilnya, mereka menemukan bahwa pasien yang berolahraga secara teratur, makan lebih banyak buah dan sayuran dan menghindari biji-bijian dan daging olahan memiliki kemungkinan kematian 42 persen lebih rendah setelah tujuh tahun.

Kesimpulan itu muncul setelah mereka melakukan penelitian terhadap hampir 1.000 pasien kanker usus besar. Hasilnya, mereka menemukan bahwa pasien yang berolahraga secara teratur, makan lebih banyak buah dan sayuran dan menghindari biji-bijian dan daging olahan memiliki kemungkinan kematian 42 persen lebih rendah setelah tujuh tahun.

Demikian pula, sebuah penelitian terhadap lebih dari 300 survivor kanker payudara Australia yang kerap berolahraga 180 menit per minggu, kebanyakan dengan berjalan kaki, memiliki tingkat kelangsungan hidup yang jauh lebih baik daripada mereka yang bukan bagian dari program latihan.

Studi tersebut dipresentasikan di tengah serangkaian penelitian tentang dampak gaya hidup sehat terhadap kanker, yang dipresentasikan di American Society of Clinical Oncology (ASCO) di Chicago.

"Sebagian besar dari apa yang kita ketahui tentang pentingnya latihan pasca kanker berasal dari studi wanita dengan kanker payudara," kata Sandra Hayes, seorang ahli epidemiologi yang mempelajari kanker dan olahraga di Queensland University of Technology di Australia.

"Melibatkan dalam beberapa aktivitas atau olahraga lebih baik daripada tidak sama sekali, dan melakukan lebih banyak umumnya lebih baik daripada kurang," kata Hayes.

Periset mengakui bahwa penelitian tentang efek olahraga dan kekambuhan kanker tetap bersifat epidemiologis, dan kaitan kausal belum dapat dilakukan. [mel]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

UPDATE

Sekjen MPR akan Evaluasi Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar 2026

Senin, 11 Mei 2026 | 18:17

UMKM Binaan Pertamina Catat Potensi Bisnis Rp10,6 Miliar di Inabuyer 2026

Senin, 11 Mei 2026 | 18:12

40 Ormas Tolak Berkas Kasus Ade Armando Cs Dilimpahkan ke Polda Metro

Senin, 11 Mei 2026 | 18:10

Bos PSI Jatim Bagus Panuntun "Puasa Bicara" Setelah 10 Jam Digarap KPK

Senin, 11 Mei 2026 | 18:09

MPR Minta Maaf soal Juri Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar Bikin Gaduh

Senin, 11 Mei 2026 | 17:43

PTC Bukukan Laba Rp152,9 Miliar di Tengah Fluktuasi Industri

Senin, 11 Mei 2026 | 17:43

Warga Sitaro Minta Proses Hukum Bupati Chyntia Kalangin Berjalan Adil

Senin, 11 Mei 2026 | 17:42

Bus Terguling di Tol Sergai, Empat Penumpang Tewas

Senin, 11 Mei 2026 | 17:33

Keberanian Siswi Koreksi Juri LCC Patut Diapresiasi

Senin, 11 Mei 2026 | 17:17

Bank Mandiri Pertegas Komitmen Akselerasi UMKM Naik Kelas di Ajang Inabuyer 2026

Senin, 11 Mei 2026 | 17:14

Selengkapnya