Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Pasca Terror London, PM Inggris Kritik Google, Facebook Dan Youtube

SENIN, 05 JUNI 2017 | 14:38 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Perdana Menteri Inggris Theresa May mengatakan bahwa janjinya untuk memperketat peraturan di perusahaan teknologi setelah serangan London tidak akan berjalan.

May menyebut bahwa raksasa teknologi saat ini menyediakan ruang aman untuk ideologi teroris.

"Kita tidak bisa membiarkan ideologi ini menjadi tempat aman untuk berkembang biak," kata May.


"Tapi justru itulah yang internet dan perusahaan besar sediakan," sambungnya.

Sebagai tanggapan, pihak Google mengatakan telah menghabiskan ratusan juta pound untuk melawan penyalahgunaan pada platformnya dan telah mengerjakan sebuah forum internasional untuk mempercepat dan memperkuat pekerjaan di bidang tersebut.

Perusahaan menambahkan bahwa mereka berbagi komitmen pemerintah untuk memastikan teroris tidak memiliki suara secara online.

Sementara Facebook mengatakan bahwa menggunakan kombinasi teknologi dan ulasan manusia untuk bekerja secara agresif untuk menghapus konten teroris dari platform.

"Jika kami mengetahui adanya keadaan darurat yang mengancam bahaya keselamatan seseorang, kami memberi tahu hukum pelaksanaan," sambungnya.

Sementara itu, Twitter mengatakan konten teroris tidak memiliki tempat pada platformnya.

"Kami terus memperluas penggunaan teknologi sebagai bagian dari pendekatan sistematis untuk menghapus jenis konten ini," tambah perusahaan itu seperti dimuat BBC awal pekan ini. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

UPDATE

Minyak Dunia Tembus 100 Dolar AS, Purbaya Belum Tambah Subsidi Energi

Sabtu, 12 September 2026 | 02:25

One Asia Golf Cup 2026 Diikuti 144 Pengusaha dari 11 Negara

Sabtu, 12 September 2026 | 02:14

Relawan Prabowo-Gibran Tak cuma Hadir saat Pemilu

Sabtu, 12 September 2026 | 01:30

Ferry Boboho Balikin Duit Rp5 Miliar, Diduga terkait Pemerasan Febrie

Sabtu, 12 September 2026 | 01:10

Maruli Janji Dongkrak Peringkat Atlet Judo Indonesia

Sabtu, 12 September 2026 | 01:01

ERP Solusi Pengendalian Kemacetan Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 | 00:34

Simak Rekayasa Lalin Persija-Persib di GBK

Sabtu, 12 September 2026 | 00:18

Jarnas Konsisten Kawal Program Pro Rakyat Prabowo-Gibran

Sabtu, 12 September 2026 | 00:00

Haji Dimulai dari Kalkulator

Jumat, 11 September 2026 | 23:35

Baznas Kembali Raih Indonesia Most Reputable Companies Award 2026

Jumat, 11 September 2026 | 23:20

Selengkapnya