Islam sebagai agama mayoritas berjalan selaras dengan demokrasi di Indonesia. Dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia dan sejarah panjang Islam di nusantara, Indonesia bahkan diyakini akan menjadi negara maju yang toleran dan damai.
Begitu kata Dubes RI untuk Selandia Baru, Tantowi Yahya saat menjadi pembicara utama di Grand Iftar Ramadhan yang diselenggarakan Al Aameen Trust di Wellington, Selandia Baru, Minggu (4/6).
Dijelaskan Tantowi, meski Islam mayoritas di Indonesia, tapi tidak mengurangi hak lima agama lain di Indonesia dalam hal kebebasan beribadah dan merayakan hari-hari besar keagamaannya.
"Setiap hari besar keagamaan ditetapkan oleh pemerintah sebagai hari libur. Ini dalam rangka memberikan waktu kepada penganut agama tersebut untuk melaksanakan perayaan/ritual keagamaannya," tegasnya.
Lebih lanjut, ia menyinggung mengenai bulan Ramadhan yang dirayakan sebagai bulan ibadah oleh umat Islam. Menurutnya, bulan Ramadhan membawa berkah tersendiri bagi umat Islam di Indonesia, yaitu hikmah kebersamaan dan persatuan.
"Untuk itu, saya mengajak hadirin untuk menghidupkan semangat tauhid dan meningkatkan keimanan serta ketakwaan di bulan yang penuh berkah ini," tutup politisi Golkar itu.
[ian]