Berita

Protes pernyataan Trump semasa kampanye/Net

Dunia

Mundur Dari Kesepakatan Iklim Paris, Bukti Trump Penuhi Janji Kampanye

SABTU, 03 JUNI 2017 | 20:40 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Langkah Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk menarik muncur Amerika Serikat dari kesepakatan iklim Perancis 2015 agaknya patut diapresiasi.

Kendati banyak mengundang kecaman internasonal, namun seharusnya, langkah Trump tersebut tidak mengejutkan.

Jauh sebelum resmi menjadi presiden dan bahkan sebelum terpilih sebagai presiden Amerika Serikat, Trump pernah berucap bahwa dirinya tidak percaya dengan perubahan iklim.


"Saya bukan orang yang percaya akan pemanasan global buatan manusia," katanya kepada Hugh Hewitt pada tahun 2015, seperti dikutip CNN.

"Tapi masalah yang kita hadapi, dan jika Anda melihat biaya energi kita, dan semua hal yang kita lakukan untuk memecahkan masalah, saya tidak berpikir dengan cara apapun yang ada," tambahnya.

Pernataan berdana serupa juga kembali dilontarkannya di hadapan para pendukungnya yang juga terbuka untuk umum bahwa perubahan iklim adalah tipuan yang dilakukan oleh China.

Melalui pernyataan tersebut, yang tentu sempat menjadi headline pemberitaan di Amerika Serikat maupun di ranah internasional, Trump sebenarnya telah secara gamblang memposisikan dirinya sebagai sesorang yang tidak percaya dalam pemanasan global.

Dengan demikian, langkah Trump pekan ini untuk menarik Amerika Serikat dari kesepakatan iklim Paris 2015, dari sisi lain, bisa dilihat sebagai bentuk komitmen Trump atas apa yang ia yakini.

Selain itu, langkah Trump tersebut juga menyampaikan pesan jelas kepada para pendukungnya bahwa dirinya adalah sosok yang mampu menepati janji. Sikap dan pandangannya tak berubah, baik di masa kampanye maupun ketika resmi memegang kekuasaan seperti saat ini.

Pertaruhan Trump saat ini akan terbayar jika ia mampu membuat laju pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat meningkat dan membuka banyak lapangan pekerjaan bagi warga Amerika Serikat, sebagai bukti bahwa keputusan untuk keluar dari kesepakatan tersebut tetap bisa membuat Amerika kembali menjadi negara yang hebat. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

UPDATE

Minyak Dunia Tembus 100 Dolar AS, Purbaya Belum Tambah Subsidi Energi

Sabtu, 12 September 2026 | 02:25

One Asia Golf Cup 2026 Diikuti 144 Pengusaha dari 11 Negara

Sabtu, 12 September 2026 | 02:14

Relawan Prabowo-Gibran Tak cuma Hadir saat Pemilu

Sabtu, 12 September 2026 | 01:30

Ferry Boboho Balikin Duit Rp5 Miliar, Diduga terkait Pemerasan Febrie

Sabtu, 12 September 2026 | 01:10

Maruli Janji Dongkrak Peringkat Atlet Judo Indonesia

Sabtu, 12 September 2026 | 01:01

ERP Solusi Pengendalian Kemacetan Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 | 00:34

Simak Rekayasa Lalin Persija-Persib di GBK

Sabtu, 12 September 2026 | 00:18

Jarnas Konsisten Kawal Program Pro Rakyat Prabowo-Gibran

Sabtu, 12 September 2026 | 00:00

Haji Dimulai dari Kalkulator

Jumat, 11 September 2026 | 23:35

Baznas Kembali Raih Indonesia Most Reputable Companies Award 2026

Jumat, 11 September 2026 | 23:20

Selengkapnya