Berita

Emirates/Net

Dunia

Awak Kabin Diminta Lepas Lencana Taiwan, Emirates Jadi Sorotan

RABU, 31 MEI 2017 | 19:53 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Maskapai penerbangan Emirates menjadi sorotan setelah menginstruksikan awak kabin dari Taiwan untuk melepas pin lencana yang menunjukkan bendera pulau itu dari seragam mereka.

Dalam sebuah email yang bocor baru-baru ini disebutkan bahwa maskapai tersebut diinstruksikan oleh pemerintah China untuk mengikuti kebijakan "Satu China".

Email tersebut, yang dikutip oleh pos South China Morning dan dikutip BBC, mengatakan bahwa awak kabin mengikuti kebijakan "Satu China".


"Ini berarti Anda harus melepaskan bendera Taiwan dari rompi servis Anda dan menggantinya dengan bendera China," tulis Nicola Parker, manajer standar pakaian dan pengembangan maskapai penerbangan.

Namun, beberapa jam kemudian, Parker menulis email kedua yang mengatakan bahwa pesan sebelumnya salah dan tidak pantas.

"Tolong jangan memakai bendera Taiwan Anda pada penerbangan sampai pemberitahuan lebih lanjut, karena itu tidak ada bendera yang disyaratkan pada seragam Anda," tulisnya.

Namun dalam sebuah pernyataan kepada BBC, maskapai tersebut meminta maaf atas apa yang dikatakannya sebagai kesalahan komunikasi.

"Email internal dikirim ke kru kabin yang menginstruksikan mereka untuk mengeluarkan pin bendera dari seragam mereka dan menggantinya dengan pin bendera lain. Email ini dikirim karena kesalahan dan sejak saat itu telah ditarik kembali," begitu bunyi keterangan pihak maskapai.

"Tujuan kami adalah untuk mengingat pin bendera yang dikenakan oleh semua awak kabin kami sebagai bagian dari pembaruan seragam kami, ini berdasarkan umpan balik dan tinjauan yang berkelanjutan dari tim kami. Semua awak kabin tidak lagi diharuskan memakai pin bendera sebagai bagian dari rangkaian kabin kami," tambahnya. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

UPDATE

Minyak Dunia Tembus 100 Dolar AS, Purbaya Belum Tambah Subsidi Energi

Sabtu, 12 September 2026 | 02:25

One Asia Golf Cup 2026 Diikuti 144 Pengusaha dari 11 Negara

Sabtu, 12 September 2026 | 02:14

Relawan Prabowo-Gibran Tak cuma Hadir saat Pemilu

Sabtu, 12 September 2026 | 01:30

Ferry Boboho Balikin Duit Rp5 Miliar, Diduga terkait Pemerasan Febrie

Sabtu, 12 September 2026 | 01:10

Maruli Janji Dongkrak Peringkat Atlet Judo Indonesia

Sabtu, 12 September 2026 | 01:01

ERP Solusi Pengendalian Kemacetan Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 | 00:34

Simak Rekayasa Lalin Persija-Persib di GBK

Sabtu, 12 September 2026 | 00:18

Jarnas Konsisten Kawal Program Pro Rakyat Prabowo-Gibran

Sabtu, 12 September 2026 | 00:00

Haji Dimulai dari Kalkulator

Jumat, 11 September 2026 | 23:35

Baznas Kembali Raih Indonesia Most Reputable Companies Award 2026

Jumat, 11 September 2026 | 23:20

Selengkapnya