Berita

Ilustrasi/Net

Global

Retas Ribuan Foto Pribadi Di Klinik Bedah Kosmetik, Hacker Tuntut Tebusan

RABU, 31 MEI 2017 | 18:44 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Hacker atau peretas telah menerbitkan lebih dari 25.000 foto pribadi, termasuk gambar telanjang, dan data pribadi lainnya dari pasien klinik bedah kosmetik di Lithuania.

Gambar tersebut dipublikasikan pada hari Selasa (30/5) oleh sebuah kelompok peretas yang menyebut diri mereka "Tim Tsar". Mereka masuk ke server klinik Grozio Chirurgija awal tahun ini dan meminta uang tebusan dari klien klinik di lebih dari 60 negara di seluruh dunia.

Polisi mengatakan bahwa setelah permintaan tebusan, sebagian dari database dirilis pada bulan Maret, dan sisanya menyusul pada awal pekan ini.


Tidak jelas berapa banyak pasien yang terkena dampaknya, namun polisi mengatakan puluhan orang telah datang untuk melaporkan pemerasan.

"Ini pemerasan. Kami sedang membicarakan kejahatan serius," kata wakil kepala biro polisi kriminal Lithuania Andzejus Raginskis awal pekan ini seperti dimuat The Guardian.

Hacker menuntut pembayaran tebusan antara  50 hingga 2.000 euro, dibayar dengan bitcoin, tergantung pada sensitivitas data yang dicuri.

Di antara foto yang diretas adalah foto bugil operasii, pemindaian paspor dan nomor asuransi nasional yang semuanya berfungsi untuk mengumpulkan uang tebusan yang diminta.

Sebelum meminta tebusan pada pasien, para peretas berusaha menawarkan keseluruhan database untuk dijual seharga 300 bitcoin, namun klinik tersebut menolak untuk membayar. Database penuh sejak itu telah dikurangi menjadi 50 bitcoin, atau sekitar 100.000 poundsterling.

Polisi Lithuania mengatakan mereka bekerja dengan dinas keamanan di negara-negara Eropa lainnya, dan telah memperingatkan bahwa orang-orang yang mendownload dan menyimpan data yang dicuri juga dapat diadili. [mel]

Populer

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Helikopter Pemadam Karhutla BNPB Jatuh di Sungai Barito

Minggu, 08 November 2026 | 14:30

Putin Pastikan Rusia-AS-Ukraina Kembali Berunding Pekan Depan di Abu Dhabi

Minggu, 08 November 2026 | 14:26

Plt Bupati Klaten Dicecar KPK soal Penerimaan Uang Hamenang dan Era Sebelumnya

Minggu, 08 November 2026 | 14:19

Al Aqsha Travel Gelar Akademi Marketing Haji untuk Perkuat Kompetensi Mitra

Minggu, 08 November 2026 | 14:02

Bahlil Ancam Tempuh Jalur Hukum Gegara Namanya Dikaitkan dengan Isu Penyadapan Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 13:47

Gempa 5,7 Magnitudo Guncang Jepang, 20 Orang Terluka

Minggu, 08 November 2026 | 13:42

Penyadapan Presiden Prabowo Biang Kerok Ekonomi Tidak Stabil

Minggu, 08 November 2026 | 13:28

Green Wakaf, Memperluas Manfaat Wakaf untuk Menjaga Kelestarian Alam

Minggu, 08 November 2026 | 13:08

Pengamat: Peran Seskab Teddy Strategis dalam Komunikasi Politik Pemerintah

Minggu, 08 November 2026 | 13:02

AS Siapkan Rp362 Miliar untuk Pembocor Informasi Nuklir Iran

Minggu, 08 November 2026 | 12:40

Selengkapnya