Berita

Kelompok ISIS Di Filipina/net

Pertahanan

Gabung Dengan ISIS, Berikut Nama 7 WNI Yang Dicari Polisi Filipina

RABU, 31 MEI 2017 | 18:31 WIB | LAPORAN:

Sebanyak 7 Warga Negara Indonesia (WNI) yang kini keberadaannya dicari-cari Kepolisian Filipina, dipastikan masuk ke wilayah negara tersebut secara legal.

Demikian disampaikan Kabagpenum Divisi Humas Polri, Kombes Martinus Sitompul, di kantornya, Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (31/5).

Menurut Martinus, Philippine Nation Police (PNP) menemukan catatan keimigrasian dan fotokopi paspor ke-7 WNI tersebut.


"Ketujuh orang ini masuk secara legal ke Filipina, karena mereka memiliki paspor yang sudah bisa dikonfirmasi bahwa mereka berangkat karena ada catatan dari pihak-pihak kepolisian yang memiliki fotokopi paspor mereka," urai Martinus.

Ketujuh orang yang diyakini aparat Filipina telah bergabung dengan kelompok militan Maute ini kata Martinus menghilang pasca militer Filipina berhasil memukul mundur pasukan mereka dari Marawi, Filipina Selatan.

Hingga saat ini, kepolisian Filipina pun belum bisa memastikan apakah ke-7 WNI tersebut masih ada di Marawi atau sudah keluar. Menurut Martinus informasi soal adanya satu WNI yang telah meninggal dunia dalam pertempuran yang dilakukan oleh militer Filipina masih simpang siur.

"Yang atas nama Muhamad Ilham ini, juru bicara militer Filipina Brigjen Restituto Padilla, menyatakan telah meninggal dalam pertempuran di Marawi. Tetapi sampai sekarang belum ada ditemukan jasadnya. Jadi masih tunggu konfrimasi," tegas Martinus.

Lebih lanjut, Martinus menerangkan terkait alasan PNP hanya merilis foto dan data diri 4 WNI terduga anggota militan Maute, yaitu karena PNP hanya memiliki data foto 4 orang tersebut.

Berikut identitas para WNI terduga anggota kelompok teroris Maute :

1. Al Ikhwan Yushel (26)
2. Yayat Hidayat Tarli (31)
3. Anggara Suprayogi (33)
4. Yoki Pratama Windyarto (22)
5. Mochammad Jaelani Firdaus (26)
6. Muhamad Gufron (24)
7. Muhamad Ilham Syahputra (22).[san]


Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Polisi Tangkap Pembacok Pegawai Toko Roti di Cengkareng

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:55

Bank Mandiri Gelar Mandiri Lelang Festival 2026, Penawaran 50% di Bawah Pasaran

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:51

KPK Jangan Omdo, Dugaan Korupsi Sinyal Kereta Harus Dibongkar Tuntas

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:40

DPR Sebut Skandal Seksual di Ponpes Pati sebagai Pelanggaran HAM Berat

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:16

Unhas Siap jadi Pusat Unggulan MBG di Indonesia Timur

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:50

Kapolri Siap Eksekusi 3.000 Halaman Rekomendasi Reformasi Polri

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:44

Kompetisi Perguruan Tinggi Tanpa Fondasi Keadilan

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:25

Pelanggaran Tambang Tidak Cukup Diselesaikan dengan Uang

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:00

KPK Kembangkan Penyidikan Baru Kasus OTT Anak Buah Bobby Nasution

Selasa, 05 Mei 2026 | 19:49

Prabowo Terima 10 Buku Rekomendasi Reformasi Polri di Istana

Selasa, 05 Mei 2026 | 19:47

Selengkapnya