Berita

Hukum

Sebelum Sukses Kabur, Tahanan Rutan Pakjo Potong Terali Selama Lima Hari

JUMAT, 26 MEI 2017 | 16:41 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Aksi melarikan diri para tahanan dari Rutan Kelas 1 Pakjo Palembang tidak terjadi spontan melainkan sudah dirancang sejak lima hari lalu.

Terungkap bahwa pelarian diotaki oleh Ujang (42), tahanan yang divonis 11 tahun penjara sekaligus dianggap paling mengerti situasi di Rutan Pakjo karena menghuni paling lama.

Berikut ini kronologi pelarian para tahanan Rutan Pakjo berdasarkan informasi yang diterima RMOL Sumsel.


Pada Minggu tanggal 21 Mei 2017 penghuni Blok E 9 kasus narkoba sebanyak 28 orang melakukan kordinasi dipimpin Ujang, membahas untuk melarikan diri dari dalam tahanan. Dalam kordinasi tersebut, Ujang melemparkan gagasan untuk memotong terali besi yang ada di kamar mandi Blok E 9. Namun gagasan itu hanya direspons 17 penghuni. Sementara, untuk 11 orang penghuni yang rata-rata tinggal menjalani masa tahanan kurang lebih 1 tahun menolak dengan alasan mereka sebentara lagi keluar. Penolakan tersebut disetujui Ujang dengan catatan tidak boleh melapor kepada petugas Lapas maupun memberitahukan kepada penghuni Lapas di blok lain.

Setelah kesepakatan disetujui, 17 penghuni Blok E 9, pada pukul 24.00 WIB hari itu, Ujang meminta kepada Okta untuk memotong terali kamar mandi menggunakan gergaji besi yang sudah disiapkan Pirli, kiriman keluarganya saat membesuk. Selanjutnya terali dipotong secara bergantian oleh Okta, Ujang, Pirli dan Udin sampai pukul 03.00 WIB hingga terpotong dua terali. Pemotongan terali tersebut terus dilakukan dengan waktu yang sama hingga Kamis (25/5).

Pada hari Jumat tanggal 26 Mei pukul 01.45 WIB, setelah 12 terali berhasil dipotong, Ujang mendahului keluar melalui terali diikuti Pirli serta 15 tahanan lainnya. Sementara 11 tahanan yang tidak mau diajak untuk melarikan diri hanya melihat karena. Mereka diancam Ujang apabila melapor akan ditusuk menggunakan sajam yang dibuat dari besi kipas angin.

Setelah 17 orang tahanan berhasil keluar melalui terali yang berhasil dipotong, kemudian memanjat pagar Rutan dekat Blok E 9 dengan cara merangkai tiga kain sarung, kemudian kain sarung diikatkan di atas pagar lalu satu persatu mereka berhasil melarikan diri.

Kepala Kantor Menkumham Sumatera Selatan, Sudirman D. Hury, membenarkan ada 17 napi yang melarikan diri namun tidak semua berhasil kabur.

"Ada sembilan orang yang belum bisa kita kembalikan ke tahanan, namun kami sudah berkordonasi kepada pihak yang terkait dan kelurganya agar bekerjasama," ucapnya. [ald]

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

PLN Gercep Pulihkan Listrik Pascagempa NTT: Bukti Negara Hadir

Senin, 17 Agustus 2026 | 16:26

Peduli NTT, Pemkab Tuban Batalkan Pesta Kemerdekaan

Senin, 17 Agustus 2026 | 16:15

Tunda Agenda Internal, PDIP Fokus Bantu Korban Gempa NTT

Senin, 17 Agustus 2026 | 16:00

Ketika Emak-emak Mengamuk di Depan Kepala BGN

Senin, 17 Agustus 2026 | 15:50

HUT RI Momentum Bangkit Bersama di Tengah Duka Gempa

Senin, 17 Agustus 2026 | 15:49

Operasional Pelabuhan Marina Disetop Pangkas Pendapatan Daerah Rp11 Miliar

Senin, 17 Agustus 2026 | 15:33

PKS Yakin Rakyat Aceh Konsisten Bersama NKRI

Senin, 17 Agustus 2026 | 15:30

BI Luncurkan Kartu Kredit Indonesia, Bisa Dipakai via QRIS

Senin, 17 Agustus 2026 | 15:27

Bitcoin Menguat Terimbas Sentimen Positif Pasar Kripto Global

Senin, 17 Agustus 2026 | 15:19

HUT Ke-81 RI Diwarnai Duka Gempa NTT: Ada Kesedihan di Tengah Perayaan

Senin, 17 Agustus 2026 | 15:17

Selengkapnya