Berita

Jembatan di atas Sungai Lohit India/BBC

Global

India Resmikan Jembatan Terpanjang Di Wilayah Sengketa Dengan China

JUMAT, 26 MEI 2017 | 15:46 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

India meresmikan jembatan sepanjang 9.15 km di atas sungai Lohit pekan ini.

Ini adalah jembatan terpanjang yang pernah ada, yang menghubungkan negara bagian Arunachal Pradesh dengan negara bagian Assam.

Wilayah Arunachal Pradesh sendiri diketahui merupakan wilayah sengketa antara India dan China.


China mengklaim Arunachal Pradesh sebagai miliknya sendiri, dan menyebutnya sebagai "Tibet selatan".

"Dengan semakin China semakin agresif, sekarang saatnya kita memperkuat infrastruktur fisik kita untuk mempertahankan wilayah kita,"kata Menteri Dalam Negeri India Khiren Rijiju yang merupakan penduduk asli Arunachal Pradesh.

Rijiju sebelumnya mengatakan bahwa Arunachal Pradesh adalah bagian dari India dan kenyataan itu tidak akan berubah, terlepas dari siapa yang menyukainya atau tidak.

Selain jembatan, di sisi lain, India juga membangun jalan raya lintas-Arunachal dua jalur dan melakukan empat proyek lagi untuk memperluas jalan.

Proyek lain, untuk memperbaharui rangkaian landasan pendaratan untuk pesawat terbang angkat berat, juga bergerak dengan cepat. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan pengangkutan udara strategis India.

"Kami membutuhkan infrastruktur untuk meningkatkan pasukan dan pasokan jika kita harus melawan orang China dan jembatan ini adalah hal yang hebat," kata Mayor Jenderal Gaganjit Singh, yang telah memerintahkan sebuah divisi di negara bagian tersebutseperti dimuat BBC.

"India tidak mengembangkan infrastruktur fisik di Arunachal Pradesh selama dua dekade setelah perang 1962 karena banyak orang percaya China akan menggunakan jalan jika mereka menyerang lagi. Tapi sekarang kita berada di jalur yang benar," tambahnya. [mel]

Populer

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Helikopter Pemadam Karhutla BNPB Jatuh di Sungai Barito

Minggu, 08 November 2026 | 14:30

Putin Pastikan Rusia-AS-Ukraina Kembali Berunding Pekan Depan di Abu Dhabi

Minggu, 08 November 2026 | 14:26

Plt Bupati Klaten Dicecar KPK soal Penerimaan Uang Hamenang dan Era Sebelumnya

Minggu, 08 November 2026 | 14:19

Al Aqsha Travel Gelar Akademi Marketing Haji untuk Perkuat Kompetensi Mitra

Minggu, 08 November 2026 | 14:02

Bahlil Ancam Tempuh Jalur Hukum Gegara Namanya Dikaitkan dengan Isu Penyadapan Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 13:47

Gempa 5,7 Magnitudo Guncang Jepang, 20 Orang Terluka

Minggu, 08 November 2026 | 13:42

Penyadapan Presiden Prabowo Biang Kerok Ekonomi Tidak Stabil

Minggu, 08 November 2026 | 13:28

Green Wakaf, Memperluas Manfaat Wakaf untuk Menjaga Kelestarian Alam

Minggu, 08 November 2026 | 13:08

Pengamat: Peran Seskab Teddy Strategis dalam Komunikasi Politik Pemerintah

Minggu, 08 November 2026 | 13:02

AS Siapkan Rp362 Miliar untuk Pembocor Informasi Nuklir Iran

Minggu, 08 November 2026 | 12:40

Selengkapnya