Berita

Merpati/BBC

Dunia

Kuwait Tangkap Merpati "Kurir" Obat Terlarang

JUMAT, 26 MEI 2017 | 14:41 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Seekor merpati diduga menjadi "kurir" bagi penyebaran obat terlarang.

Kasus ini ditemukan di Kuwait baru-baru ini.

Dikabarkan BBC dengan merujuk pada surat kabar lokal al-Rai, pejabat adat di Kuwait telah menangkap seekor merpati yang membawa obat-obatan ke dalam tas ransel mini di punggungnya.


Sebanyak 178 pil ditemukan di saku kain yang menempel di punggung merpati tersebut.

Burung itu tertangkap di dekat gedung pabean di Abdali, dekat perbatasan dengan Irak.

Seorang wartawan al-Rai mengatakan bahwa obat tersebut merupakan bentuk ketamin, obat bius juga digunakan sebagai obat pesta ilegal.

Petugas bea cukai sendiri sudah tahu bahwa merpati sedang digunakan untuk menyelundupkan obat-obatan terlarang, tapi ini adalah pertama kalinya mereka menangkap seekor burung dalam aksinya.

Aparat penegakan hukum di tempat lain, bagaimanapun, telah mengidentifikasi kasus-kasus sebelumnya dimana merpati digunakan untuk membawa narkotika bernilai tinggi.

Pada tahun 2015, penjaga penjara di Kosta Rika menangkap seekor merpati yang membawa kokain dan ganja di kantong plastik.

Dan pada tahun 2011, polisi Kolombia menemukan seekor merpati yang tidak dapat terbang di atas dinding penjara yang tinggi karena berat paket kokain dan ganja diikatkan padanya.

Merpati telah digunakan untuk membawa pesan sejak zaman Romawi, menggunakan kemampuan "homing" mereka yang kuat.

Merpati balap bisa kembali ke loteng mereka dari jarak ratusan kilometer. [mel]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

AS Gempur ISIS di Suriah

Minggu, 11 Januari 2026 | 18:14

Aksi Kemanusiaan PDIP di Sumatera Turunkan Tim Kesehatan Hingga Ambulans

Minggu, 11 Januari 2026 | 18:10

Statistik Kebahagiaan di Jiwa yang Rapuh

Minggu, 11 Januari 2026 | 17:52

AS Perintahkan Warganya Segera Tinggalkan Venezuela

Minggu, 11 Januari 2026 | 17:01

Iran Ancam Balas Serangan AS di Tengah Gelombang Protes

Minggu, 11 Januari 2026 | 16:37

Turki Siap Dukung Proyek 3 Juta Rumah dan Pengembangan IKN

Minggu, 11 Januari 2026 | 15:53

Rakernas PDIP Harus Berhitung Ancaman Baru di Jawa Tengah

Minggu, 11 Januari 2026 | 15:22

Rossan Roeslani dan Ferry Juliantono Terpilih Jadi Pimpinan MES

Minggu, 11 Januari 2026 | 15:15

Pertamina Pasok BBM dan LPG Gratis untuk Bantu Korban Banjir Sumatera

Minggu, 11 Januari 2026 | 14:50

Pesan Megawati untuk Gen Z Tekankan Jaga Alam

Minggu, 11 Januari 2026 | 14:39

Selengkapnya