Berita

Greg Gianforte/BBC

Dunia

Politisi Republik AS Didakwa Karena Serang Reporter Inggris

KAMIS, 25 MEI 2017 | 17:26 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Politisi Partai Republik yang merupakan kandidat dalam pemilihan kongres khusus di Montana, Greg Gianforte, telah didakwa melakukan pelanggaran ringan karena telah menyerang seorang reporter Inggris.

Insiden tersebut terjadi pada kampanye hari Rabu (24/5), menjelang pemilihan khusus untuk mengisi kursi kosong di Dewan Perwakilan Rakyat.

Wartawan Guardian Ben Jacobs membuat postingan di Twitter bahwa Gianforte telah membanting tubuhnya hingga memecahkan kacamatanya.


The Guardian merilis sebuah rekaman audio bentrokan, di mana suara jatuh dapat terdengar setelah Jacobs meminta kandidat untuk menanggapi sebuah pertanyaan.

Gianforte kemudian berteriak "Saya sakit dan lelah karena kalian" dan mengatakan kepada reporter untuk keluar.

Alicia Acuna dari Fox News yang juga ada di lokasi mengataan bahwa Jacobs memasuki ruangan, meletakkan perekam suara ke depan wajah Gianforte dan bertanya tentang laporan Kantor Anggaran Kongres tentang American Health Care Act.
 
Namun Gianforte kemudian mencengkeram leher Jacobs dengan kedua tangannya dan membantingnya ke tanah di belakangnya.

Jacobs kemudian pergi ke rumah sakit untuk mendapatkan siku X-rayed, karena luka yang dialaminya.

Ia mengatakan bahwa dirinya yakin staf kampanye tidak senang dengan kesepakatan sebelumnya dengan rekan-rekan dari medianya,

Sheriff Brian Gootkin dari Kantor Urusan Gallatin County mengatakan bahwa setelah sebuah penyelidikan dikeluarkan, disebutkan bahwa ini adalah pelanggaran yang lebih ringan daripada serangan kejahatan, yang mana sifat luka-luka itu tidak memenuhi unsur hukum.

Hukuman maksimal untuk pelanggaran tersebut adalah denda 500 dolar AS dan hukuman enam bulan penjara. Demikian seperti dimuat BBC. [mel]
 

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

AS Gempur ISIS di Suriah

Minggu, 11 Januari 2026 | 18:14

Aksi Kemanusiaan PDIP di Sumatera Turunkan Tim Kesehatan Hingga Ambulans

Minggu, 11 Januari 2026 | 18:10

Statistik Kebahagiaan di Jiwa yang Rapuh

Minggu, 11 Januari 2026 | 17:52

AS Perintahkan Warganya Segera Tinggalkan Venezuela

Minggu, 11 Januari 2026 | 17:01

Iran Ancam Balas Serangan AS di Tengah Gelombang Protes

Minggu, 11 Januari 2026 | 16:37

Turki Siap Dukung Proyek 3 Juta Rumah dan Pengembangan IKN

Minggu, 11 Januari 2026 | 15:53

Rakernas PDIP Harus Berhitung Ancaman Baru di Jawa Tengah

Minggu, 11 Januari 2026 | 15:22

Rossan Roeslani dan Ferry Juliantono Terpilih Jadi Pimpinan MES

Minggu, 11 Januari 2026 | 15:15

Pertamina Pasok BBM dan LPG Gratis untuk Bantu Korban Banjir Sumatera

Minggu, 11 Januari 2026 | 14:50

Pesan Megawati untuk Gen Z Tekankan Jaga Alam

Minggu, 11 Januari 2026 | 14:39

Selengkapnya