Berita

Ahok dan Jokowi/net

Politik

Janji-janji Diingkari Ahok, Dibiarkan Jokowi

Jokowi Pembohong Besar
SELASA, 23 MEI 2017 | 17:45 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Basuki Purnama alias Ahok ingkar terhadap janji yang dibuatnya bersama Joko Widodo semasa kampanye Pilkada DKI Jakarta tahun 2012.

Janji yang paling dikhianati adalah tidak akan menggusur pemukiman kumuh, bahkan akan mempermudah sertifikasi lahan untuk warga di perkampungan di Jakarta yang sudah menghuni lebih dari 20 tahun

Demikian disampaikan peneliti senior, Marwan Batubara, dalam bukunya "Usut Tuntas Dugaan Korupsi Ahok" yang diluncurkan tadi siang. Hal ini ia jabarkan dalam bab yang ia beri judul "Ahok: Penggusur Paling Brutal dalam Sejarah Indonesia".


Pada masa kampanye Pilkada 2012, Jokowi dan Ahok mencitrakan dirinya sebagai antitesis calon petahana Fauzi Bowo yang dinilai kerap melakukan penggusuran.

"Kampung yang sudah dihuni lebih dari 20 tahun itu akan saya urus sertifikatnya, bercermin dari pengalaman di Solo," kata Joko Widodo pada 15 September 2012, dan dikutip oleh Marwan dalam bukunya.

Apa yang dikatakan Jokowi bahkan dituangkan tertulis dalam bentuk Kontrak Politik. Dalam Kontrak Politik ini, Jokowi berjanji akan membangun "Jakarta Baru" yang pro rakyat miskin, berbasis pelayanan dan partisipasi warga. Bahwa warga akan dilibatkan Penyusunan RTRW (Rencana Tata ruang Wilayah), Penyusunan APBD, Perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan program pembangunan kota.

Janji-janji muluk itu, tulis Marwan, ternyata diingkari oleh Ahok dan dibiarkan atau bahkan didukung pula Jokowi yang sudah menjabat Presiden RI.

"Artinya, Jokowi termasuk pejabat negara pembohong besar yang mengingkari janji, bahkan janji tersebut diucapkan dihadapan warga dan dituangkan dalam dalam bentuk tertulis yang ditandatangani Jokowi sendiri," kecam Marwan dalam bukunya.

Warga yang telah menghuni tanahnya lebih dari 20 tahun tetap digusur oleh Ahok. Bahkan Ahok tercatat sebagai penggusur paling brutal sepanjang sejarah Jakarta.

Marwan juga menyorot janji Jokowi  membangun kampung deret untuk masyarakat yang tinggal di pinggir rel kereta api dan pemukiman kumuh lainnya.

Dijelaskannya, program kampung deret ini dihentikan Ahok dengan alasan banyak rumah program kampung deret yang berdiri di atas tanah negara. Menurut Ahok, warga yang tinggal di pemukiman kumuh tidak mempunyai sertifikat atas lahan yang ditinggalinya.

Selain itu, janji Jokowi-Ahok yang ditabrak oleh Ahok adalah tidak ada lagi penggusuran PKL. Janji ini dituangkan tertulis dalam kontrak politik, bahwa Jokowi akan melakukan perlindungan dan penataan ekonomi informal, di antaranya adalah PKL.

"Ternyata Ahok mengingkari janji untuk tidak menggusur PKL. Dan dibiarkan pula oleh Jokowi (yang memang sudah sering ingkar janji dan berbohong)," tulisnya lagi.

Penggusuran PKL yang dilakukan Ahok bahkan tanpa disertai ganti rugi, baik uang maupun bangunan. Marwan memberi contoh penggusuran PKL di Jalan Lenteng Agung. Ganti rugi tidak diberikan dengan alasan karena tanah yang mereka tempati merupakan tanah negara. [ald]

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

PLN Gercep Pulihkan Listrik Pascagempa NTT: Bukti Negara Hadir

Senin, 17 Agustus 2026 | 16:26

Peduli NTT, Pemkab Tuban Batalkan Pesta Kemerdekaan

Senin, 17 Agustus 2026 | 16:15

Tunda Agenda Internal, PDIP Fokus Bantu Korban Gempa NTT

Senin, 17 Agustus 2026 | 16:00

Ketika Emak-emak Mengamuk di Depan Kepala BGN

Senin, 17 Agustus 2026 | 15:50

HUT RI Momentum Bangkit Bersama di Tengah Duka Gempa

Senin, 17 Agustus 2026 | 15:49

Operasional Pelabuhan Marina Disetop Pangkas Pendapatan Daerah Rp11 Miliar

Senin, 17 Agustus 2026 | 15:33

PKS Yakin Rakyat Aceh Konsisten Bersama NKRI

Senin, 17 Agustus 2026 | 15:30

BI Luncurkan Kartu Kredit Indonesia, Bisa Dipakai via QRIS

Senin, 17 Agustus 2026 | 15:27

Bitcoin Menguat Terimbas Sentimen Positif Pasar Kripto Global

Senin, 17 Agustus 2026 | 15:19

HUT Ke-81 RI Diwarnai Duka Gempa NTT: Ada Kesedihan di Tengah Perayaan

Senin, 17 Agustus 2026 | 15:17

Selengkapnya