Berita

Olahraga

Tak Bisa Pulang, Persiba Masih Musafir

MINGGU, 21 MEI 2017 | 10:58 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Niat Persiba Balikpapan kembali memakai Stadion Parikesit hampir pasti mustahil. PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi sulit memberikan lampu hijau kepada Persiba untuk pulang ke Parikesit.

Kepala Operasional PT LIB Tigor Shalomboboy tidak merekomendasikan Persiba kembali ke Stadion Parikesit, karena dari segi infrastruktur jauh dari standar Liga 1.

"Kemungkinan akan kami tolak karena stadion ini sedang dalam proses pembongkaran," ujarnya kepada wartawan, Minggu (21/5).


Terlebih, Stadion Parikesit jauh dari standar Liga 1. Aspek rumput gagal memenuhi unsur-unsur kelayakan, selain itu banyak fasilitas stadion terutama di ruang ganti yang harus diperbaiki.

"Kemudian dari sisi keamanan, jarak penonton dan lapangan sangat dekat," kata Tigor.

Sejauh ini, PT LIB juga belum menerima surat permohonan dari Persiba untuk kembali ke Stadion Parikesit.

"Kami tidak akan merespon sebelum mereka mengirimkan surat permohonan," ujar Tigor.

Sepanjang musim kompetisi 2017, Persiba menjadi tim musafir setelah Pertamina selaku pemilik lahan Stadion Parikesit akan mengalihfungsikan stadion menjadi kilang minyak. Persiba memilih markas di Stadion Gajayana, Malang sebagai markasnya sementara. Namun belakangan, ide Beruang Madu kembali ke Stadion Parikesit muncul setelah Persiba kini menempati posisi buncit di dasar klasemen. Persiba menelan lima kekalahan dan satu hasil imbang dari enam pertandingan yang diikuti.

Alternatif selain pindah ke Parikesit adalah memboyong tim ke Stadion Batakan. Mengenai kemungkinan tersebut, Tigor mengaku akan melakukan peninjauan terlebih dulu.

"Nanti, Senin (22/5) saya akan ke sana," katanya.

Stadion Batakan dengan kapasitas 42.000 penonton itu masih dalam tahap pembangunan dan belum tuntas 100 persen.

"Stadion Batakan belum berbangku. Namun secara fisik sudah memenuhi persyaratan. Bila nanti lolos verifikasi, paling cepat dua pekan ke depan Persiba sudah bisa bermain di Batakan," demikian Tigor. [wah] 

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Ketua MPR: Peternak Sejahtera, Indonesia Makmur

Sabtu, 25 April 2026 | 22:13

PPN Tiket Pesawat Ekonomi Ditanggung Pemerintah Selama 60 Hari

Sabtu, 25 April 2026 | 21:55

Wapres Gibran Tunjukan Komitmen untuk Indonesia Timur

Sabtu, 25 April 2026 | 21:48

Babak Baru Kasus Hukum Rismon, Dilaporkan Gara-gara Buku "Gibran End Game"

Sabtu, 25 April 2026 | 21:25

Pengusaha Warteg Keberatan Zulhas Beri Sinyal Minyakita Bakal Naik

Sabtu, 25 April 2026 | 20:51

Bukan Soal PAN, Daya Beli juga Tertekan kalau Minyakita Naik

Sabtu, 25 April 2026 | 20:36

Prof Septiana Dwiputrianti Dikukuhkan Guru Besar Politeknik STIA LAN Bandung

Sabtu, 25 April 2026 | 19:52

Modus Ganjal ATM Terbongkar, Empat Pelaku Dicokok

Sabtu, 25 April 2026 | 19:39

The Impossible Journey, Kisah Perjalanan AS Kobalen

Sabtu, 25 April 2026 | 18:44

Kawal Distribusi Living Cost, BPKH Pastikan Efisiensi Dana Haji 2026

Sabtu, 25 April 2026 | 18:24

Selengkapnya