Berita

Net

Bisnis

Kenaikan Peringkat Tunjukkan Ekonomi Indonesia Membaik

MINGGU, 21 MEI 2017 | 10:30 WIB | LAPORAN:

Penilaian lembaga pemeringkat Standard & Poor's (S&P) menaikkan peringkat investasi Indonesia dari BB+ menjadi BBB-. Meski sedikit terlambat, kenaikan peringkat dinilai menunjukkan fundamental ekonomi Indonesia membaik.

Menurut ekonom Bank Pembangunan Singapura (Development Bank of Singapore/DBS) Gundy Cahyadi, kenaikan peringkat menunjukkan bahwa investor mengakui fundamental ekonomi Indonesia membaik. Hal itu baik dalam rangka menggiring investor lebih banyak untuk menanamkan modalnya di Tanah Air.

"Upgrade S&P mungkin sedikit terlambat tapi jelas merupakan indikasi yang jelas mengenai fundamental Indonesia membaik dalam beberapa tahun terakhir. Dan pengakuan investor terhadapnya," kata Gundy dalam keterangannya, Minggu (21/5).


Dia mengatakan, DBS sejak Januari 2017 juga telah memperkirakan peningkatan tersebut. Kenaikan peringkat akan memberikan dampak terkereknya investasi langsung asing atau foreign direct investment (FDI) Indonesia dalam beberapa tahun mendatang. Selain itu, juga mengasumsikan bahwa stabilitas ekonomi tetap ada. Pemerintah dianggap telah menunjukkan komitmennya untuk melakukan reformasi kebijakan.

"Menyangkut pasar keuangan kami merasa bahwa sebagian besar berita positif ini telah diperhitungkan sebelumnya. Karena itu, kami mungkin hanya melihat dampak positif tersebut hanya spontan di pasar keuangan," jelas Gundy.

Diketahui, lembaga Standard & Poor's menaikkan peringkat utang negara jangka panjang Indonesia tahun 2017 ini. Kenaikan menandakan Indonesia kini menjadi negara yang layak investasi. S&P memandang pemerintah Indonesia telah berhasil menata APBN secara lebih efektif sehingga membuat keuangan negara lebih stabil.

S&P juga mengerek peringkat utang negara jangka pendek dari peringkat B menjadi A-3. Lembaga pemeringkat asal Amerika Serikat tersebut juga menaikkan peringkat skala jangka panjang regional ASEAN dari axBBB+ menjadi axA dan skala jangka pendek Asean menjadi axA-2. Sedangkan untuk outlook rating jangka panjang, Indonesia memperoleh predikat stabil karena S&P melihat resiko positif dan negatif secara luas seimbang. [wah]  

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

UPDATE

Roy Suryo dan dr. Tifa Dirawat di RS Polri atas Rekomendasi Dokter

Sabtu, 20 Juni 2026 | 08:10

Israel Bom Lebanon Selatan, 16 Tewas di Tengah Sengkarut Gencatan Senjata

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:57

Pemulangan Haji 2026 Tembus 121 Ribu Orang, Ratusan Kloter Sudah Tiba di Tanah Air

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:50

Emas dan Perak Tertekan Dolar AS

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:38

Indonesia Tetap di Jalur Emerging Market, Airlangga Janji Tuntaskan Reformasi

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:19

STOXX 600 Terkoreksi, Saham Barang Mewah di Zona Merah

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:06

Pasokan Batu Bara untuk Pembangkit Listrik Harus Aman, Ini Solusinya

Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:58

Saat Negara dan Masyarakat Berbenah

Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:40

Pemerintah RI Diminta Serius Selamatkan ABK Indonesia yang Disandera Perompak Somalia

Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:12

Dilema Tuntutan Mahasiswa

Sabtu, 20 Juni 2026 | 05:55

Selengkapnya