Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Arab Saudi Bersiap Jadi Pemasok Senjata Utama Global

JUMAT, 19 MEI 2017 | 17:40 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Arab Saudi berencana menciptakan sebuah perusahaan industri militer baru sebagai bagian dari rencananya untuk menjadi pemasok senjata utama global dan secara bertahap melepaskan diri dari pendapatan minyak.

Menurut pernyataan yang dikeluarkan oleh Dana Investasi Publik Saudi (PIF) pekan ini, Industri Militer Arab Saudi (SAMI) milik negara segera dibangun dengan tujuan untuk menjadi salah satu dari 25 perusahaan pertahanan teratas dunia pada 2030 mendatang.

Pengumuman tersebut dikeluarkan selang beberapa hari sebelum Presiden Amerika Serikat Donald Trump melakukan kunjungan resmi ke Riyadh.


Menurut PIF, SAMI akan menjadi produsen dan penyedia layanan dan akan dilibatkan dalam perawatan dan perbaikan pesawat terbang dan produksi pesawat tak berawak, kendaraan militer, rudal, radar dan peralatan militer elektronik lainnya.

Perusahaan tersebut menetapkan untuk menyumbang hampir 3,7 miliar dolar AS untuk produksi domestik bruto Arab Saudi dan menginvestasikan lebih dari 1,6 miliar dolar AS dalam penelitian dan pengembangan pada tahun 2030 serta menciptakan lebih dari 40.000 lapangan pekerjaan baru.

Sementara itu, merujuk pada laporan April lalu yang dikeluarkan oleh Institut Penelitian Perdamaian Internasional Stockholm (SIPRI), Arab Saudi menghabiskan 63,7 miliar dolar AS di sektor militernya pada tahun 2016, menjadikannya sebagai pemboros militer terbesar keempat di dunia.

Riyadh mengatakan saat ini hanya memproduksi dua persen kebutuhan keamanan dan militernya di dalam negeri, namun berencana mencapai target 50 persen pada tahun 2030.

"SAMI akan mendirikan perusahaan melalui usaha patungan dengan produsen peralatan asli global, dan juga bekerja sama dengan perusahaan militer lokal," kata PIF seperti dimuat Press TV. [mel]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Gus Ipul Cek Perkembangan Siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama Manado

Jumat, 12 Juni 2026 | 00:14

Pegawai Imigrasi Jaksel Tingkatkan Kemampuan Jurnalistik dan Kehumasan

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:46

Pengawasan MBG Harus Diperkuat Usai Dadan Dkk Dicokok Kejagung

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:28

Pemerintah Sepakati Kerangka RAPBN 2027, Pertumbuhan Ekonomi Dibidik 6,5 Persen

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:02

Piala AFF U-19: Drama VAR Kubur Impian Garuda Muda ke Final

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:56

Mahasiswa Jabar Turun ke Jalan Suarakan RUU Polri dan BBM

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:24

PLN Berhasil Operasikan Tower Emergency, Sistem Kelistrikan Sumut Kembali Normal

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:14

Bahlil Pastikan Harga BBM Subsidi Tetap, Pertamax Naik Ikuti Harga Pasar

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:36

Target Pendapatan Dipatok Naik, DPR Restui Minuman Manis Kena Cukai

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:36

PLN Pulihkan Sistem Kelistrikan Sumatera Utara 72 Jam Lebih Cepat

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:02

Selengkapnya