Presiden Jokowi geregetan melihat kehidupan sosial masyarakat. Dia menilai, masyarakat Indonesia masih terpaku dan berkutat pada masalah lama yang tidak kunjung selesai. Saling huÂjat dan fitnah pada hal-hal yang tidak produktif.
"Kalau masih berkutat dengan rutinitas ini dan itu, kita akan ditinggal. Saya ingatkan pada ibu/ dan bapak semua, coba kita lihat Elon Musk, berbicara masalah Tesla, mobil masa depan, memindahkan orang dari satu tempat ke tempat yang lain dengan sangat cepatnya," kata Jokowi membuka rapat koordiÂnasi nasional (rakornas) pengawasan intern pemerÂintah tahun 2017 di Istana Negara, Jakarta, kemarin.
Jokowi mengatakan, InÂdonesia harus lebih cepat beradaptasi dengan perkembangan dunia. Karena banyak negara kini sudah fokus membahas perkembangan teknologi. Kondisi itu sangat berbeda dengan Indonesia yang terlena dengan rutinitas yang tidak produktif.
Dalam kesempatan ini, Jokowi menyentil masalah di sektor pertanian dan keÂlautan yang tidak kunjung selesai. Yakni, masalah puÂpuk, benih, dan cantrang.
"Tiap hari urusan nelayan, masalah cantrang. Petani hadapi masalah pupuk dan bibitnya. Masalah benih enggak rampung-rampung. Nelayan masalah cantrang juga enggak rampung-ramÂpung. Kita mau ke mana?" sesal Jokowi.
Jokowi meminta jajaran pemerintah mengubah cara berpikir dan etos kerja.
Soal dukungan anggaran, Jokowi mengatakan pemerintah selalu menaikkan anggaran transfer ke daerah setiap tahunnya. Oleh karena itu, agar anggaran itu bisa mendorong kinerja perekoÂnomian, dia meminta dana dialokasikan tepat sasaran.
Bank Pelit Ke Nelayan Direktur Pengawasan Bank Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Irnal Fiscallutfi menilai, renÂdahnya produktivitas nelayan antara lain mereka masih kesulitan mendapatkan pinjaÂman perbankan.
Hal tersebut tercermin dari data OJK merangkum rencana bisnis dari 118 bank umum di Indonesia tahun 2017. Dari total rencana target penyaluran kredit perbankan 2017 sebesar Rp 4.995 triliun, penyaluran kredit ke sektor maritim hanya mencapai Rp 61,9 triliun atau 1,24 persen.
Bahkan, jika dirinci ke sektor kelautan dan periÂkanan, rencana total kredit yang disalurkan perbankan tahun ini hanya sebesar Rp16,6 triliun atau hanya 0,03 persen dari total kredit perbankan tahun ini. "Dari total kredit perbankan seÂcara nasional, diharapkan pada akhir 2017, ada sekitar Rp 5.000 triliun yang akan disalurkan ke berbagai sekÂtor," ujar Irnal. ***