Berita

Emmanuel Macron/Net

Global

Jajaran Kabinet Macron Jadi Tantangan Langsung Partai-partai Mapan Perancis

KAMIS, 18 MEI 2017 | 17:33 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pemerintahan Perancis yang baru di bawah komando Emmanuel Macron sebagai presiden merupakan tantangan langsung bagi partai-partai yang mapan di Perancis, terutama menjelang pemilu legislatif mendatang.

Pasalnya, Macron menunjuk tokoh konservatif, sosialis dan pendatang baru di dunia politik untuk mengisi pos menteri dalam jajaran kabinetnya.

Macron yang mendirikan partainya sendiri lebih dari setahun yang lalu telah menunjuk Edouard Philippe dari kaum konservatif untuk mengisi pos Perdana Menteri awal minggu ini.


Sementara untuk posisi yang juga tak kalah penting, yakni Menteri Ekonomi, ia menunjuk Bruno Le Maire, seorang pemasar bebas pro-Eropa dari partai Philippion The Republicans (LR).

Kemudian ada Gerard Collomb, bekas walikota dari partai sosialis di Lyon yang merupakan salah satu yang pertama di partainya untuk mendukung Macron, ditunjuk sebagai Menteri Dalam Negeri.

Lalu Jean-Yves Le Drian, mantan Menteri Pertahanan Sosialis dan seorang teman dekat mantan Presiden Francois Hollande, ditunjuk sebagai Menteri Luar Negeri dan Menteri untuk Eropa.

"Ini adalah pemerintah Prancis tidak seperti yang lain," kata analis Ifop, Frederic Dabi.

"Itu hanya bisa mengguncang sistem dan mengganggu pihak Republik, khususnya," sambungnya.

Sementara Partai Republik menuduh presiden baru itu mencoba mengacaukan debat politik.

"Tujuan utama dari pemerintahan sementara ini adalah untuk mengaburkan garis dan membingungkan rakyat Prancis dalam kampanye pemilihan parlemen," kata sekretaris jenderal Partai Republik Bernard Accoyer dalam sebuah pernyataan.

Penunjukkan menteri oleh Macron  merupakan bagian dari tindakan menyeimbangkan yang rumit usai Macron yang terpilih sebagai presiden pada 7 Mei lalu. Pasalnya, ia merupakan presiden yang terpilih tanpa dukungan partai yang mapan, dia telah menghempaskan loyalitas partai tradisional.

Namun, sejumlah pengamat menilat bahwa langkah Macron tersebut tepat. Karena bila ia memperluas basisnya dengan para menteri Partai Republik dan Sosialis serta menunjuk beberapa partai sentris lainnya, Macron juga dapat meningkatkan risiko perbedaan pendapat di masa depan.

"Mereka mencoba membuat konsensus pemerintah untuk menyelesaikan sesuatu, jadi untuk saat ini saya akan memberi Macron keuntungan dari keraguan," kata manajer dana Clairinvest Ion-Marc Valahu seperti dimuat Reuters. [mel]

Populer

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Komisi III DPR Dukung Kejagung Bongkar Tuntas Mafia Nikel di Sultra

Senin, 09 November 2026 | 00:30

Menanti Hoegeng di Zaman Now

Senin, 09 November 2026 | 00:06

Ratusan Ojol dan Sahabat Disabilitas Peroleh Santunan Jelang HUT ke-15 Nasdem

Minggu, 08 November 2026 | 23:41

Surya Paloh Ingatkan Ego Partai Tak Boleh Kalahkan Kepentingan Nasional

Minggu, 08 November 2026 | 23:37

Jimly Minta 8 Partai di Parlemen Segera Bermusyawarah soal Gibran

Minggu, 08 November 2026 | 23:25

UI dan Peradi Profesional Perkuat Kolaborasi Lewat Networking Golf Tournament 2026

Minggu, 08 November 2026 | 20:55

Mutu Audit jadi Penentu Kepercayaan Publik terhadap Korporasi

Minggu, 08 November 2026 | 20:00

Desak Tito Mundur, Faizal Assegaf: Dia Lingkar Inti Jokowi

Minggu, 08 November 2026 | 19:45

Ubedilah Badrun: Patron Jenderal Listyo Sigit Bertahun-tahun adalah Jokowi

Minggu, 08 November 2026 | 19:38

Prabowo Kumpulkan 10 Mantan Kapolri di Hambalang, Ada Da'i Bachtiar hingga Tito Karnavian

Minggu, 08 November 2026 | 18:48

Selengkapnya